Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

River Tourism Kali Gelis Kudus Butuh Restu Masyarakat di Bantaran Sungai

0 256

MURIANEWS.com, Kudus – Penataan warga bantaran Kali Gelis untuk melancarkan pembangunan river tourism Kali Gelis perlu dikaji lebih dalam. Pasalnya, pembangunan tersebut mau tidak mau akan berdampak pada penggusuran masyarakat di bantaran sungai.

Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Heru Subiyantoko mengatakan, hasil studi banding ke Semarang dan Yogjakarta terkait konsep ‘membangun tanpa menggusur’ belum bisa diterapkan secara maksimal.

”Di Yogja itu, keinginan penataan bantaran berasal dari masyarakatnya. Sedang di Kudus, berasal dari Pemkab. Tapi akan kita coba melakukan pendekatan terlebih dahulu,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan segera melakukan sosialisasi. Dengan harapan tidak ada informasi ‘abu-abu’ di telinga para masyarakat bantaran.

“Sudah ada jadwalnya. Tinggal melaksanakan,” lanjutnya.

Kendati demikian, masih ada beberapa ide atau teknis dari pembangunan Kali Code di Yogyakarta yang bisa diterapkan di river tourism Kali Gelis, seperti pengeprasan dan beberapa penataan ruang. Hanya, semuanya kembali bergantung ke rakyat.

“Yang terpenting rakyat mau,” ucapnya.

Rencana lain pun segera disiapkan jika warga menolak atau kurang sepakat dengan kebijakan yang diterapkan. “Kita akan ikut masyarakat nantinya,” lanjut Heru.

Hal tersebut tentunya akan berimbas pada pembangunan. Bukan tidak mungkin, tanggul yang rencana awal akan dibangun mulai dari Jembatan Panjang hingga Tanggulangin akan terpenggal-penggal.

“Kita tidak bisa memaksakan kehendak ke masyarakat, pembangunan meliputi banyak aspek,” tandas Heru.

Sementara itu, Bupati Kudus, HM Tamzil mengaku masih berat terhadap masyarakat dibantaran Kali Gelis. Terutama bagi yang belum punya cadangan rumah atau yang belum siap ditata.

Tamzil juga menyatakan, proses penataan tidak bisa serta merta dilakukan. Penyiapan solusi seperti menyediakan rusunawa bagi para kepala keluarga yang terkena penataan pun harus disiapkan. “Karena itu, segala sesuatunya terus kami persiapkan,”

Sedang pada tahap pertama nanti, pembangunan akan dipusatkan pada empat titik. Yakni di Jalan Sunan Kudus, Kedung Paso, dan dua sisi di Jembatan Ploso.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.