MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Peluang Usaha! Peternak Ayam Kampung di Kudus Ini Raup Untung Berlipat Ganda dalam 3 Bulan

1 12.653

MURIANEWS.com, Kudus – Peluang bisnis ternak ayam kampung terbilang menggiurkan. Selain masih terbuka lebar bagi semua orang, ternak ayam kampung ini bisa meraup untung berlipat ganda dalam waktu tiga bulan.

Hal itu seperti dilakukan Muhammad Sofyan Hadi. Warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo ini bisa memanen ayam kampungnya lebih cepat dari ayam kampung biasa. Jika ayam kampung biasa butuh enam bulan, ia hanya butuh waktu tiga bulan.

Kepada awak media, Sofyan sapaan akrabnya menjelaskan, ayam kampung yang diternak jenisnya bukan sembarangan. Ia memilih jenis ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) dari kementrian Pertanian.

Teknologi komunikasi yang pesat membuatnya mendapatkan informasi tentang ayam KUB dari internet. Kemudian ia pun mencoba mencari informasi bagaimana cara mendapatkan anak ayam/DOC ayam KUB.

”Waktu itu sudah mendapatkan informasi kalau di Jawa Tengah itu yang memproduksi DOC Ayam KUB adalah BPTP Jateng. Tapi, pada pertengahan tahun lalu belum melayani masyarakat umum. Mereka masih melayani program dari pemerintah pusat untuk wilayah Jawa Barat,” jelasnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (10/5/2019).

Ia mengatakan, berkat kegigihanya, ia pun mendapatkan kesempatan memperoleh pasokan DOC ayam KUB dari BPTP Jawa Tengah di Ungaran. Saat itu sebenarnya ia ingin membeli sebanyak-banyaknya. Namun karena terkendala dana, ia hanya membeli 200 ekor. Meski begitu, ia meminta salah seorang temannya untuk ikut membeli sebanyak 150 ekor. Sehingga keluar dari BPTP Jawa Tengah membawa 350 ekor DOC Ayam KUB.

”Ya waktu itu dana tersedia untuk alokasi 100 ekor, sisanya untuk beli pakan dan peralatan kandang. Eh, setelah dapat penjelasan dari penjaga kandang (binaan BPTP Jateng) saya langsung berubah pikiran dan menambahnya jadi 200,” jelasnya.

Alumni Ponpes Al Muayyad Mangkuyudan Solo itu mengungkapkan, ayam KUB banyak memiliki keunggulan. Misalnya, bisa dipanen 90 hari atau tiga bulan apabila ingin dijual daging. Selain itu, jika dibandingkan dengan ayam kampung rumahan biasa, baru bisa dipanen pada umur minimal 6 bulan. Artinya ayam KUB jauh lebih cepat tiga bulan.

”Kalau ayam kampung rumahan biasa kan dipanen umur 5-6 bulan. Kalo ayam KUB diumur itu mulai bertelur. Produktivitas telur sekitar 140-160 butir perekor pertahun atau dua kali lipat ayam biasa. Hal ini karena naluri mengeramnya lebih rendah sehingga dapat memaksimalkan masa bertelur. Dan yang paling penting adalah lebih tahan penyakit serta pakan murah dengan memanfaatkan bahan baku lokal,” paparnya.

Lebih lanjut, berdasarkan perhitungannya, dalam waktu tiga bulan, per satu ekor ayam KUB bisa mencapai bobot 1,4 -1,6 kg. Sementara, harga jual di pasaran bisa mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Namun jika dijual perekor bisa mencapai Rp 50 ribu per ekor.

”Keuntungan bersih yang diterima perekor adalah Rp 17 ribu  sampai Rp 20 ribu. Jadi dengan memelihara 100 ekor saja sudah menghasilkan Rp 1,7 – 2 juta. Ya lumayan lah untuk mengisi waktu luang,” tambahnya.

Padahal saat ini ia memiliki 200 ekor. Artinya jika dijual semua dalam tiga bulan ia berhasil mencapai Rp 3-4 juta. Melihat potensi ini, dirinya berencana membuat DOC Ayam KUB sendiri dari sebagian 200 ekor yang dipeliharanya tersebut. Biaya produksi bisa semakin ditekan dengan memperbanyak pakan local yaitu bekatul dan pohon pisang.

”Saya kan punya 200 ekor. Yang seratus mau tak jual seminggu sebelum lebaran, dan 100 lainnya untuk indukan. Berdasarkan seleksi kemarin kita dapatkan 70 indukan untuk 10 kandang. Tiap satu kandang akan saya isi satu jantan dan enam betina,” pungkasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

  1. Buang berkata

    Boleh tau alamat peternak hadipolo sebelah mana y?

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.