MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Wacanakan Perguruan Tinggi dan Perusahaan Dijatah Ngurus Sungai

0 1.675

MURIANEWS.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan wacana untuk melibatkan perguruan tinggi dan perusahaan untuk membantu memodernisasi pengelolaan sumber daya air. Nantinya, setiap perguruan tinggi atau perusahaan swasta diberi tanggungjawab untuk mengurus satu ruas sungai.

Wacana ini dilontarkan Ganjar saat memberi pengarahan pada pegawai Dinas PU-SDA dan Taru, di Jalan Madukoro Semarang, Rabu (8/5/2019).

Ia menyebut jika saat ini, pengelolaan air harus dilakukan dengan modern dan terbuka. Sehingga pelibatan masyarakat dan komunitas harus semakin ditingkatkan.

Namun saat ini, komunitas yang aktif mengelola sungai hanya ada di Jateng wilayah Jateng bagian selatan. Sementara di wilayah utara belum sama kondisinya.

“Maka saya tawarkan, bagaimana kalau kita ajak satu perguruan tinggi satu ruas sungai, satu perusahaan satu ruas sungai. Maka dia bertanggung jawab atas pengelolaannya, kebersihan dan sebagainya,” katanya.

Wacana ini menurut Ganjar memungkinkan, apalagi nomenklatur dinas yang mengurusi hal ini telah melebur menjadi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (PU-SDA dan Taru).Menurut Ganjar, penggabungan ini semakain strategis.

Slah satu yang mesti diatur dan dikelola  adalah masalah air. Mulai dari AIR baku untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk pertanian, serta suplai air dari potensi yang kita miliki dari waduk, embung dan sebagainya.

“Permasalahan sudah kita ketahui sekarang. Embung masih kurang dan problem teknisnya biasanya soal lahan. Kapasitas anggaran juga terbatas. Jika kita ingin memenuhi itu, maka seluruh pemangku kepentingan kita ajak,” ujarnya.

Ganjar lantas mencontohkan, saat ini sebagian besar lahan ada di Perhutani, maka ada alasan untuk Perhutani diajak rembugan agar bisa berbagi. Tanahnya urusan Perhutani, sementara untuk pembangunan embung untuk kebutuhan air dilakukan Pemprov Jateng.

“Waduk besar sudah dibangun presiden, kita yang level provinsi bangun di bawahnya. Tapi kok masih kurang, pemkab kita ajak, masyarakat desa kita ajak, swasta juga kita ajak. Tapi itu saja tidak cukup. Kualitas air dan tata kelola juga harus kita penuhi,” bebernya.

Jika hal tersebut bisa dilakukan, Ganjar yakin pengelolaan sumber daya air di Jateng akan semakin optimal. Misalnya, dengan pola tersebut penanganan banjir berangkat atau pendekatannya lewat tata ruang karena sekarang tata ruang jadi idola.

“Kalau itu bisa kita dorong, maka manajerial sumber daya air pasti lebih gampang. Tapi SDA tidak bisa berjalan sendirian, dia mesti bekerja dengan LHK, hilirnya mesti diperbaiki dan kelompok masyarakat juga harus diajari,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.