MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ngeri! Tinggi Ombak di Laut Selatan Jateng Capai 6 Meter

0 687

MURIANEWS.com, Cilacap – Cuaca buruk masih terjadi di wilayah perairan laut selatan Jateng. Bahkan ketinggian ombak di Samudra Hindia di selatan Jateng dan DIY itu bisa mencapai 6 meter.

Hal ini berdasarkan dari prakiraan Badan Meteorolofi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, yang menyebut pihaknya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Peringatan ini akan berlaku hingga 8 Mei 2018.

BMKG menyebut, tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta. Sedangkan tinggi gelombang 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta.

“Berdasarkan pengamatan citra satelit, saat sekarang terdapat sistem tekanan rendah yang mencapai 1.007 hektopascal (hPa) di perairan Kepulauan Kei-Aru,” kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meterologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo dilansir Antara, Senin (6/5/2019).

Selain itu, kata dia, pola angin di wilayah Indonesia bervariasi dari timur-selatan dengan kecepatan 3-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda bagian timur dan perairan Kepulauan Babar-Tanimbar.

Ia mengatakan, kemunculan sistem tekanan rendah dan pola angin yang bervariasi dengan kecepatan 3-25 knot itu memicu terjadinya peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, termasuk di Samudra Hindia selatan Jateng-DIY.

“Oleh karena itu, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku hingga tanggal 8 Mei,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau wisatawan yang berkunjung ke pantai untuk berhati-hati dan tidak berenang atau mandi. Terutama di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, semua pihak yang melakukan aktivitas di laut diimbau untuk memperhatikan risiko angin kencang dan gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Yakni nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil, agar mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter.

“Jika memungkinkan, nelayan diimbau untuk tidak melaut terlebih dahulu karena tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter sangat berbahaya bagi kapal berukuran kecil,” katanya.

Ia mengimbau operator tongkang agar mewaspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kapal feri diminta waspada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau pesiar waspada kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir, sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat, agar tetap selalu waspada,” tegasnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.