Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Visualisasi Dandangan dan Tabuhan Bedug Awali Puasa di Kudus

0 114

MURIANEWS.com, Kudus – Visualisasi Dandangan sekaligus penabuhan Bedug awali penyambutan bulan suci Ramadan ke-1440 Hijriyah di Kabupaten Kudus. Pembukaan dan penabuhan bedug sendiri dilakukan oleh Bupati Kudus, HM Tamzil di Alun-alun Kudus, Minggu (5/5/2019) sore.

Dihadiri oleh segenap tamu undangan dan ratusan masyarakat Kudus, visualisasi dandangan pada tahun ini lebih sederhana dari tahun kemarin. Meski begitu, tak mengurangi makna atau eseni dari penyambutan bulan Ramadan dengan budaya khas Kudus yakni Bagus, Mengaji dan Dagang (Gusjigang)

Iring-iringan terbang papat dan tari Gusjigang dari Sanggar Tari Puring Sari, jadi sajian pembuka yang menarik perhatian masyarakat. Penyanyi kawakan, Arie Koesmiran yang juga hadir turut andil menghibur masyarakat Kudus dengan suara merdunya.

Puncaknnya, sajian teatrikal Visualisasi Dandhangan yang diperagakan oleh teater Jangkar Bumi dan Ligan Culture Comunnity, bawa masyarakat menuju meriahnya dandangan di masa lampau. Tepuk tangan yang meriah pun akhiri penutupan teater.

Ditemui usai acara, Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Rahmah Hariyanti menyatakan, tradisi dandangan sudah jadi bagian dari masyarakat Kudus. Melalui dandangan, masyarakat Kota Kretek bisa mengekspresikan kegembiraannya guna sambut datangnya bulan suci Ramadan.

Visualisasi Dandangan yang diperagakan oleh Komunitas Ligan di Alun-alun Simpang 7 Kudus sore tadi (MURIANEWS.com/Anggara Jiwandhana)

“Dandangan tak bisa dilepaskan dari masyarakat Kudus,” lanjutnya.

Rahmah menceritakan, tradisi dandhangan berawwal dari kebiasaan masyarakat di masa Sunan Kudus. Dimana tiap menjelang bulan Ramadan, masyarakat dari berbagai penjuru berkumpul di Masjid Menara untuk menyaksikan pemukulan beduk oleh Sunan Kudus.

“Suara tabuhan beduk yang berbunyi dhang-dhang-dhang inilah yang kemudian dinamakan Dandhangan,” terang Rahmah

Dandangan masa kini memang telah banyak berkembang. Kendati demikian, esensinya masih begitu lekat dan pekat terasa. Terutama pada masyarakat Kudus yang selalu merayakannya saat menjelang puasa.

“Mari kita terus menjaga tradisi yang sudah ada,” ajaknya pada seluruh masyarakat Kudus yang hadir di Alun-alun sore tadi.

Sementara Bupati Kudus, HM Tamzil yang hadir dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat untuk berbahagia menyambut datangnya bulan ramadhan. Selain itu, pihaknya mengharapkan masyarakatnya untuk lebih memaknai apa itu bulan Ramadan.

“Ramadan itu bulan yang suci ,” terusnya.

Tamzil menambahkan, Ramadan adalah bulan penuh berkah dan penuh pahala. Karena itu pihaknya meminta masyarakat Kudus untuk lebih dalam beribadah. Masjid yang penuh jamaah saat bulan Ramadan besok juga diharapkan terjadi. Tak hanya minggu pertama saja, tapi sampai minggu terakhir Ramadan.

“Jangan hanya bukber dan belanja saja yang ditambah, ibadah juga ditambah,” ucpnya.

Terakhir, Tamzil berharap semoga Ramadan tahun ini bisa membawwa berkah bagi semua lapisan masyarakat di Kudus. Hingga bersama-sama bisa menyambut Idul Fitri di 30 hari yang akan datang.

“Semoga kita bisa menjumpai Hari Kemenangan bersama-sama,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.