Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Calo CPNS di Pati Dibekuk Polisi, Tipu Guru Honorer Bawa Kabur Rp 41 Juta

MURIANEWS.com, Pati – Hadi Mulyono (43) warga Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, dibekuk aparat Polres Pati. Ia ditangkap atas dugaan kasus penipuan bekedok pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS).

Korbannya adalah Mu’linatus Sa’adah, warga Kecamatan Kayen, Pati. Dari korban pelaku telah menipu dan membawa kabur uang sebesar Rp 41 juta.

Korban merupakan seorang guru honorer di salah satu sekolah di Pati. Ia terpikat dengan bujukan pelaku, karena saat itu tengah ramai proses rekrutmen CPNS.

Uang itu awalnya diminta pelaku dengan dalih untuk memudahkan memasukkan menjadi pegawai negeri.

Kasubag Humas Polres Pati Iptu Suharning mengatakan, kasus penipuan ini terjadi pada 11 Januari 2019 lalu. Saat itu, pelaku dan korban bertemu di sebuah rumah makan di Kecamatan Kayen untuk membicarakan tentang seleksi CPNS.

“Saat itu korban ditawari untuk bisa lolos tes CPNS. Namun korban harus memberikan sejumlah uang untuk membeli soal ujian dan tes kesehatan dan proses penempatan dinas,” katanya Kamis (2/5/2019).

Korban terbujuk, sehingga ia menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta sebagai tanda jadi. Selama kurun satu bulan berikutnya, korban telah lima kali dimintai uang dengan total mencapai Rp 41 juta. “Saat itu korban hanya diberi bukti kuitansi sebesar Rp 30 juta,” ujarnya.

Namun hingga beberapa bulan berikutnya, pelaku justru menghilang tanpa kabar. Korban mencoba menghubungi nomor HP yang diberikan kepadanya. Namun nomor itu sudah tidak aktif.

Sadar menjadi korban penipuan, korban lalu melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Kayen. Laporan ini langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, pelaku ternyata berganti-ganti nomor telepon untuk menghindari korbannya. Hingga akhirnya, polisi berhasil mendapat nomor HP pelaku yang aktif.

Bahkan menurut Suharning, pihaknya meminta bantuan Polda Jateng untuk melacak keberadaan pelaku melalui nomor HP tersebut.

“Hasil pelacakan pelaku berada di wilayah hukum Polsek Cepu, kemudian unit Reskrim Polsek Kayen melakukan koordinasi dengan kanit Reskrim Polsek Cepu Polres Blora untuk melakukan penangkapan,” terangnya.

Pelaku ditangkap pada Selasa (30/4/2019) lalu tanpa perlawanan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 378 junto 64 KUHP tentang tindak kejahatan penipuan. Ancaman hukumannya empat tahun kurungan penjara.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...