Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Respon Publik Meningkat, Aplikasi Lapor Tamzil Didominasi Aduan Kerusakan Infrastruktur

MURIANEWS.com, Kudus – Aplikasi Lapor Tamzil yang di-launching beberapa hari lalu ternyata mendapat respon positif dari masyarakat. Buktinya, dalam beberapa hari sudah ada puluhan aduan yang diterima. Rata-rata, aduan tersebut terkait kerusakan infrastruktur.

Bupati Kudus, HM Tamzil mengatakan, saat ini keluhan paling banyak adalah pada sektor infrastruktur publik. Yakni kerusakan jalan dan penerangan jalan umum (PJU).

”Paling banyak dikeluhkan masyarakat dua hal tersebut. Kami akan segera lanjuti,” kata Tamzil kepada MURIANEWS.com.

Saat ini, lanjutnya, Dinas terkait sudah diinstruksikan segera merespon semua keluhan yang masuk. Bahkan, ia memerintahkan semua dinas memantau keluhan yang masuk selama 24 jam . Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diminta mencermati semua keluhan yang masuk.

“Mereka harus segera merespon keluhan publik. Sudah saatnya kita kerja cepat,” jelasnya.

Tamzil menambahkan, aplikasi Lapor Tamzil ini dipastikan akan merepotkan pejabat malas dan kurang responsif. Sedang pejabat yang telah terbiasa merespon keluhan publik dan mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Kudus HM Tamzil, Senin (29/4/2019) telah melaunching layanan pengaduan ‘Lapor Tamzil’. Program diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat. Serta bisa menjadi bahan evaluasi bagi para pejabat OPD yang kurang responsif.

Keluhan dapat disampaikan melalui whatsapp di nomor 081328080804, facebook Lapor Tamzil, instagram @laportamzil dan twitter @laportamzil. Setiap penyampaian informasi diwajibkan mencantumkan nama dan alamat yang jelas serta disertai data pendukung yang menguatkan aduan.

Salah seorang warga Rendeng, Hartono mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, potensi percepatan penanganan persoalan publik melalui sistem tersebut meningkat. Penilaian kinerja pejabat juga bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat melalui kecepatan merespon.

“Masyarakat bisa menilai sendiri bagaimana kinerja pemerintahan,” tandas pria berusia 38 tahun tersebut.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...