Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

SMK 2 Jepara Gelar Malam Apresiasi Perancang Muda

0 277

MURIANEWS.com, Jepara – Untuk memberikan ruang bagi tumbuh dan berkembangnya kreativitas para perancang muda di Jepara, SMKN 2 Jepara bekerja sama dengan Yayasan Kartini Indonesia (YKI) menyelenggarakan Malam Apresiasi Perancang Busana Tingkat Pemula.

Kegiatan yang terintegrasi dengan Penilaian Hasil Uji Kompetensi Keahlian Tata Busana SMKN 2 Jepara tahun 2019 ini berlangsung di Hall Hotel Jepara Indah, Sabtu (27/4/2019) malam. Sebanyak 69 perancang muda, masing-masing menampilkan busana pesta dan kantor, hasil uji kompetensi kejuruan dan praktik harian.

Dari 69 peserta, terpilih 3 karya terbaik 1, 2 dan 3 masing-masing diraih Eriq Erika, Nilam Aullia Yatna dan Dede Ardana. Penilaian meliputi orisinalitas desain, persiapan alat, pembuatan pola, pengepresan, keserasian, teknik menjahit hingga hiasan. Mereka mendapatkan penghargaan dan tropy dari Yayasan Kartini Indonesia.

Kepala SMKN 2 Jepara, Drs Subandi menyatakan, apresiasi terhadap karya sangat diperlukan untuk menumbuhkan motivasi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan potensi dirinya.

Kegiatan seperti ini akan sangat berarti bagi siswa, terutama menyongsong hadirnya revolusi industri 4.0 yang akan ditandai dengan perubahan cara bekerja manusia. Cara bekerja manual akan berubah dengan mesin dan teknologi informasi.

“Karena itu diperlukan kreativitas dan kemampuan untuk melakukan penyesuaian dengan jenis pekerjaan. Oleh sebab itu kami memberikan apresiasi kepada para guru Jurusan Tata Busana yang untuk kedua kalinya mampu menyelenggarakan acara serupa “ ujar Subandi.

Sementara itu, Ketua YKI Hadi Priyanto mengungkapkan, melalui kegiatan semacam itu diharapkan tumbuh kepercayaan diri para siswa untuk mengembangkan secara mandiri potensi dirinya. Hal ini penting, sehingga mereka bisa mendapatkan penghargaan setimpal dari kemampuannya.

“Jangan sampai ada anggapan bahwa lulusan SMK hanya memiliki pilihan bekerja di pabrik garmen. Padahal mereka memiliki kemampuan dalam merancang busana. Bekerja mandiri lebih disarankan dari pada bekerja di pabrik, “ terangnya.

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.