MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Banjir Bandang di Pemalang Tewaskan 4 Orang, Tarno Ikut Terseret Saat Selamatkan Anaknya

0 57

MURIANEWS.com, Pemalang – Banjir bandang terjadi di aliran Sungai Rejasa, Kabupaten Pemalang, Rabu (24/4/2019). Akibat banjir itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia.

Banjir bandang yang terjadi pada sore hari itu sempat menyeret delapan orang. Dua orang ditemukan selamat, dan empat bocah dilaporkan hilang saat bermain di sekitar aliran sungai.

Dari empat bocah yang hilang itu, dua di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dan hingga pagi tadi proses pencarian masih terus dilakukan.

Dua korban selamat yakni adalah Fajar bin Arian (7) dan Indra bin Waeni (10). Sedangkan dua korban yang ditemukan sudah tidak bernyawa yang merupakan bapak-anak yakni Tarno (55) dan putrinya yang bernama Iis (11). Mereka merupakan warga Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.

Empat bocah yang hilang yakni Tendi bin teguh (11), Fatir bin Arla (12), Rahma bin Wawa (11), dan Diki (11). Dari empat bocah ini, dua di antaranya ditemukan sudah meninggal dunia yakni Diki dan Fatir.

“Dua orang ditemukan pagi tadi. Ada 6 korban yang hanyut di desa kami, 4 korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal,” kata Kepala Desa Beluk, Yunus, dikutip dari detik.com.

Ia menyebut, Jasad Diki ditemukan di daerah Sawah Talang pada 06.30 WIB pagi tadi. Sedangkan jenazah Fatir ditemukan di jarak 10 km dari lokasi kejadian pada pukul 08.00 WIB pagi tadi.

Sementara itu, Kepala Basarnas Jawa Tengah Aris Sofingi mengatakan, selain empat korban yang masih hilang tersebut terdapat pula dua korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut.

Ia menjelaskan peristiwa itu bermula ketika tujuh bocah warga Desa Beluk bermain di sekitar aliran Sungai Rejasa. “Lima anak bermain di tengah aliran sungai, dua di tepian,” katanya dikutip dari AntaraJateng, Kamis (25/4/2019).

Saat kejadian, kata dia, kondisi di sekitar sungai tersebut diguyur hujan deras. Sekitar pukul 15.00 WIB, tiba-tiba aliran sungai meninggi dan semakin deras. Bocah-bocah yang sedang di sungai Rejasa tersebut tersapu derasnya aliran air.

Salah seorang orangtua korban bernama Tarno (55) yang mengetahui kejadian itu sempat berusaha menolong korban.

Namun, naas, Tarno justru terseret banjir bandang dan ditemukan tewas bersama anaknya Iis (11) sekitar 2 km dari lokasi kejadian.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara, detik.com

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.