Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Heran Banyak Warga yang Percaya Dukun Ketimbang Dokter

0 51

MURIANEWS.com, Solo – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku heran, di era yang serba modern ini masih banyak warga yang percaya kepada dukun untuk berobat. Padahal teknologi kedokteran sudah sangat canggih, untuk mendeteksi maupun mengobati berbagai macam penyakit.

“Seperti misalnya ada yang patah tulang, banyak yang lebih percaya dukun dengan metode sangkal putungnya dibanding ditangani dokter spesialis. Ini kondisi yang sampai sekarang masih terjadi dalam masyarakat kita,” katanya, Rabu (24/4/2019).

Ini dikatakan Ganjar saat membuka 67th Continuing Orthopaedic Education (COE) yang digelar Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (Paboi) di Hotel Alila Solo.

Menurut dia, banyak faktor yang menjadi penyebab hal itu. Selain karena faktor sejarah, kepercayaan masyarakat terhadap dukun juga bisa dikarenakan faktor ekonomi.

“Orang mikirnya kalau harus operasi patah tulang mahal, atau takut dioperasi dan macem-macem. Permasalahan-permasalahan seperti ini harus dicarikan solusinya,” ujarnya.

Untuk itu, Ganjar meminta para dokter spesialis ortopedi untuk gencar melakukan edukasi kepada masyarakat. Harapannya, dengan edukasi itu masyarakat menjadi terbuka dalam menyambut kemajuan zaman.

“Peran dokter spesialis ortopedi sangat penting dalam hal kemanusian. Saya berharap, para dokter ortopedi terus berinovasi dan berkarya demi membantu kemajuan bangsa,” terangny.

Sementara itu, Ketua Paboi, Prof dr Zairin Noor Helmy mengatakan, Indonesia memang masih kekurangan dokter spesialis ortopedi. Saat ini, lanjut dia, baru ada 1.150 dokter spesialis ortopedi di Indonesia.

“Padahal, dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa ini, idealnya harus ada 3.500 lebih dokter spesialis,” kata dia.

Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya menambah dokter-dokter spesialis orthopedi dengan cara sosialisasi kepada masyarakat.

“Termasuk dalam kegiatan ini, selain diikuti oleh anggota Paboi, sejumlah dokter umum juga masyarakat sipil kami undang agar memahami dunia ortopedi. Harapannya ada dokter-dokter umum yang bisa jadi spesialis, dan masyarakat dapat menyekolahkan anak-anak mereka menjadi dokter spesialis,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.