MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diverifikasi Ulang, Seribuan  Penerima PKH di Jepara Dicoret

0 461

MURIANEWS.com, Jepara – Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Jepara, tahun ini mengalami penurunan jumlah penerima. Hal ini setelah Pemkab Jepara melakukan verifikasi dan validasi untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.

Dari hasil verifikasi ini ada seribuan lebih nama penerima dicoret, karena dianggap sudah tidak layak menerima bantuan.

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos Permades) Jepara, melalui Kepala Bidang Sosial, Joko Setyowanto, menyebut jumlah KPM PKH di Jepara menurun setelah dilakukan verifikasi ulang.  Verifikasi dan validasi data KPM PKH sendiri dilakukan dengan melibatkan kepala desa masing-masing.

Pada tahun 2018 lalu, jumlah KPM PKH di Jepara mencapai sekitar 43 ribu lebih. Sedangkan tahun ini setelah dilakukan verifikasi dan validasi jumlahnya turun menjadi 41.726. Ada penurunan jumlah sampai 1.939 KPM PKH, karena sudah tidak berhak menerima manfaat bantuan tersebut.

“Rinciannya,  terdiri dari 1.316 penerima yang sudah tak memiliki komponen penerima PKH. Kemudian  531 sudah dianggap mampu dan 92 lainnya, menyatakan ke luar secara sukarela,” ujar Joko Setyowanto, Rabu (24/4/2019).

Di Kabupaten Jepara, pada 2019 ini didapati fenomena banyaknya penerima PKH yang mundur secara sukarela. Sepanjang tahun 2019 ini suda ada 258 KPM PKH yang mundur secara sukarela.

Hal ini dinilai sebagai bentuk munculnya kesadaran masyarakat, bahwa program ini memang hanya diperuntukan untuk mereka yang tidak mampu saja.

“Fenomena ini tentu saja merupakan sinyal bagus. Berarti pola pikir menggantungkan bantuan dari pemerintah sudah berkurang di masyarakat. Dari sisi kesejahteraan berarti sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya,” tambah Joko Setyowanto.

Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Jepara I, Agung Sugiharto menyatakan, PKH memang tidak semata-mata memberikan bantuan. Dalam program ini, diharapkan masyarakat juga bisa meningkatkan taraf hidupnya.

“Penerima manfaat PKH hanya dibatasi waktu lima tahun, dan tambahan 2 tahun jika tidak beranjak. Dalam kurun waktu tersebut, para penerima tentu harus bisa meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Agung Sugiharto.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.