Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ruang Laktasi di Jepara Belum Maksimal, Bahkan Ada yang Terkunci

0 49

MURIANEWS.com, Jepara – Sesuai dengan amanat Perbup Jepara No 3 2017, ruang laktasi (menyusui bayi) diwajibkan disediakan di tempat-tempat publik. Namun dalam pelaksanaannya, di Kabupaten Jepara sampai saat ini belum maksimal.

Di beberapa tempat pelayanan publik, ada yang sudah menyediakan ruang laktasi. Namun ada juga yang belum menyediakannya.

Salah satu kenyataan yang cukup memprihatinkan, pada fasilitas yang ada juga tidak maksimal. Ada yang dikunci dan tidak digunakan, dengan alasan tidak pernah ada yang memakainya.

Di Kantor Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) yang setiap hari selalu penuh oleh warga pemohon layanan kependudukan, ruang laktasi diketahui tidak ada. Sementara di beberapa tempat seperti Pasar Pengkol dan Terminal Jepara, meskipun sudah ada, tetapi fungsinya tidak maksimal.

Di Pasar Pengkol dan Terminal Jepara, ruang laktasi tidak selalu berada dalam kondisi siap digunakan. Sebab ruangan yang ada lebih sering terkunci. Sehingga bisa dikatakan, fungsi ruang laktasi tidak berfungsi maksimal jika tidak boleh disebut tidak berfungsi.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetyo mengakui jika ruang lakstasi belum ada dalam fasilitas pelayanan institusinya. Ruang laktasi menurutnya baru akan direncanakan disediakan.

“Iya memang belum ada, rencananya akan kami adakan fasilitas tersebut,” ujarnya Rabu (24/4/2019).

Sedangkan Kepala Terminal Jepara, Sahono menyatakan, ruang laktasi sudah ada. Diakuinya memang ruangan tersebut sering dikunci. Penumpang yang akan memanfaatkannya bisa menghubungi pihak terminal.

“Kalau mau menggunakan dipersilahkan datang ke kantor, nanti akan dibukakan ruangannya,” ujar Sahono.

Kebijakan tersebut ditempuh karena ruangan tersebut jarang dimanfaatkan oleh penumpang. Daripada digunakan untuk hal-hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan akhirnya dikunci. Kebanyakan para penumpang juga memilih menyusui di atas bus.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, melalui  Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Endang Ratriasworo, tidak memungkiri kenyataan tersebut. Ruang laktasi memang belum mendapatkan perhatian dari semua pihak.

Bahkan di DKK Jepara sendiri ruang lakstasi saat ini juga tidak ada lagi. Sempat ada, ruangan tersebut kini justru dijadikan bagian dari perluasan ruang pimpinan DKK.

“Kondisinya memang seperti itu. Aktivitas menyusui dan memerah susu penting bagi ibu dan bayi. Lantaran, jika lama tidak diperah, produksi ASI bisa terhenti. Namun kadang-kadang masyarakat juga tidak memperdulikan soal ruang laktasi ini. Ada fasilitas tidak digunakan,” ujarnya, juga secara terpisah.

Masalah ini akan menjadi bahan evaluasi. Namun untuk tempat-tempat lain seperti pabrik, Kantar Setda, Puskesmas dan RSUD Kartini, dipastikan sudah ada ruang yang dimaksud.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.