Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Evaluasi Keberadaan Fotografer di Menara Kudus

MURIANEWS.com, Kudus – Keberadaan fotografer di kawasan wisata Menara Kudus mulai dievaluasi Pemkab. Evaluasi berkaitan dengan kejadian dua hari lalu, di mana terjadi gegeran antara oknom fotografer dan peziarah asal Jepara.

Wakil Bupati Kudus HM Hartopo menegaskan, evaluasi harus segera dilakukan jika tidak ingin kejadian yang sama terulang di masa datang.

“Harus ada pembenahan. Tujuannya supaya kejadian serupa tak terjadi lagi,” tegasnya.

Baca Juga: 

Hal lain yang mendesak adanya evaluasi adalah paguyuban tempat bernaung para fotografer tersebut ternyata ilegal. Sehingga tak ada koordinasi apapun dengan instansi atau pihak-pihak terkait.

“Mereka berdiri dan mendirikan paguban sendiri. Tidak terdaftar di dinas,” jelasnya saat ditemui di komplek Pendapa Kudus, Selasa (23/4/2019).

Untuk itu, evaluasi sementara akan berupa pembinaan pada para fotografer yang berada di paguyuban tersebut. Pembinaan tersebut sudah dilaksanakan mulai hari ini oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kudus.

“Saya minta mereka mengkoordinir fotografer yang ilegal,” tegasnya.

Jika bisa dibina, paguyuban Fotografer Menara akan coba dilegalkan. Jika tidak dan tetap membandel, bukan tidak mungkin keberadaan fotografer akan dibubarkan dari kawasan Menara Kudus.

“Kami cari jalan terbaik, mereka juga mencari nafkah di sana,” ucap Hartopo.

Sebelumnya, enam fotografer menara yang terlibat perselisihan dengan rombongan peziarah asal Jepara, Senin (22/4/2019) dipanggil Polsek Kota Kudus untuk dilakukan pembinaan. Mereka dianggap telah mengganggu keamanan dan kenyamanan para peziarah.

Terkait kronologi, Kapolsek Kota AKP Naim menjelaskan, keributan sebenarnya terjadi pada Minggu (21/4/2019) siang. Di mana ada kesalahan komunikasi antara rombongan peziarah dan para oknum fotografer Menara.

“Sebenarnya hanya masalah komunikasi saja,” Ujar Naim via telepon.

Proses tawar menawar yang tidak terbangun dengan baik akhirnya menimbulkan salah satu okmum fotografer marah. Yang kemudian mulai mendorong pihak peziarah dan dibalas oleh mereka.

Akibat perbuatannya tersebut, para oknum fotografer menara mendapat sanki berupa pemberhentian aktivitas pengambilan foto. Penghentian tersebut terhitung sejak 22 April 2019 sampai dengan 06 juni 2019 mendatang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...