Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Inovasi dari Gembong, Dodol Legit Berbahan Pisang

MURIANEWS.com, Pati – Jika selama ini banyak orang yang mengatakan bahwa dodol berasal dari Garut, tetapi di Kabupaten Pati pun ada. Adalah dodol pisang yang merupakan inovasi dari warga Kedungbulus, Kecamatan Gembong.

Mendengar namanya, pertama mungkin dodol pisang terdengar aneh. Sebab di Kabupaten Pati sendiri belum ada jajanan khas tersebut.

Berawal dari melimpahnya buah pisang di desa tersebut, Marfuatin berusaha membuat olahan makanan secara berbeda. Bersama dengan Wisata Edukasi KPS, Marfuatin berusaha keras untuk memutar otak agar pisang tersebut juga menjadi dodol.

“Di desa kami kan banyak pohon pisang. Semakin banyak, maka harganya juga semakin turun. Kalau harga turun, biasanya warga enggan untuk menjual dan akhirnya membusuk. Karena itulah saya berusaha untuk membuat dodol pisang,” katanya.

Dodol pisang khas buatan warga Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Pati. (MURIANEWS.com / Cholis Anwar)

Untuk membuat dodol pisang, caranya cukup mudah, yakni dengan menyiapkan tepung beras ketan, pisang, gula pasir, gula merah dan santan. Untuk pisang, pertama harus diulek terlebih dahulu. Tidak perlu halus, yang penting pisang sudah hancur.

Jika sudah selesai, dilanjutkan dengan membuat adonan dari tepung beras ketan dengan diberi air secukupnya. Adonan ini diaduk hingga merata dan jangan sampai kebanyakan air.

Jika adonan sudah siap, kemudian siapkan gula merah dengan memotongnya tipis-tipis, agar mudah hancur jika dimasak. Semua bahan sudah siap untuk dimasak.

Santan kelapa dipanaskan terlebih dahulu di atas kompor. Jika sudah mendidih, kemudian dimasukkan gula pasir dan irisan gula merah. Santan dan gula diaduk terus hingga merata dan terlihat merah.

“Setelah itu, adonan beras ketan yang sudah siap, bisa dimasukkan sedikit demi sedikit dan tetap diaduk,” ujarnya.

Pada sesi terakhir, yang paling utama adalah memasukkan buah pisang yang sudah diulek. Semua bahan yang sudah dimasukkan di wajan kemudian diaduk selama 3 jam tanpa henti. Hal itu agar dodol menjadi lebih mengental.

“Setelah 3 jam di duk, adonan bisa diangkat dan didinginkan agar lebih bisa dinikmati,” terangnya.

Untuk satu kilogram dodol pisang ini Marfuatin biasa membandrolnya dengan harga Rp 40.000. Harga yang cukup murah untuk makanan olahan dari pisang.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...