Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

40 Warga Taiwan dan Tiongkok Buronan Interpol Digerebek di Semarang

MURIANEWS.com, Semarang – Tim gabungan Imigrasi Kota Semarang dan Polrestabes Semarang menggerebek rumah persembunyian 40 warga negara asing (WNA) asal Taiwan dan Tiongkok. Mereka diketahui sebagai pelaku penipuan online internasional.

Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah di kompleks Puri Anjasmoro, Semarang Barat, Kota Semarang. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan, penangkapan 40 WNA itu dilakukan pada Kamis (18/4/2019) lalu.

”Dari 40 WNA tersebut, enam di antaranya merupakan perempuan. Usianya antara 25-30 tahun. Mereka melakukan penipuan dan pemerasan,” katanya Senin (22/4/2019).

Ia menyatakan, dari 40 WNA yang ditangkap itu, 11 orang di antaranya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan oleh Interpol Taiwan.

Kelompok ini diketahui sudah berada di Kota Semarang selama dua bulan terakhir. Modus penipuan dan pemerasan yang mereka lakukan menggunakan sarana telapon atau secara online.

”Mereka merupakan pelaku kejahatan penipuan yang menggunakan telepon untuk melakukan aksinya. Sasaran korban penipuan adalah warga asing yang berada di Taiwan ataupun China yang tengah memiliki permasalahan hukum,” ujarnya.

Selain mengamankan puluhan WNA, Abioso menyatakan sejumlah barang bukti di antaranya 29 ponsel, sepuluh paspor berkebangsaan Taiwan, uang tunai Rp 35 juta, 3 pejer, satu bendel dokumen, 64 unit telepon rumah dan beberapa peralatan komputer.

Pihaknya juga memastikan, penangkapan 40 WNA ini tidak ada kaitannya dengan hasil pemungutan suara Pemilu 2019.

”Tidak ada barang bukti yang ditemukan yang mengarah atau menjurus kepada hasil pemungutan suara Pilpres 2019. Ini murni karena tindak kejahatan penipuan dan pemerasan yang mereka lakukan,” terangnya.

Pihaknya menambahkan, untuk WNA perempuan saat ini diamankan di Rudenim Kota Semarang. Selain itu, mereka juga ternyata tidak bisa berbahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia. Proses penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh pihak Keimigrasian dan Interpol.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...