Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jokowi-Ma’ruf Menang Telak di Coblosan Ulang TPS 16 Welahan Jepara

0 11.806

MURIANEWS.com, Jepara – Proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang digelar di TPS 16 Desa Welahan, Jepara, Sabtu (20/4/2019) berlangsung dengan lancar dan aman. Hasilnya, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin menang telak.

Dari 205 pemilih yang hadir memberikan hak suara, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 171 suara. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi hanya mendapatkan 31 suara. Sedangkan 3 suara dinyatakan tidak syah.

PSU yang digelar ini mendapatkan perhatian khusus dari beberapa pihak. Komisioner KPU Jawa Tengah Punawati yang didampingi Komisioner KPU Jepara Muhammadun dan Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Sakha, hadir langsung menyaksikan proses ini.

Putnawati dalam kesempatan ini menyebutkan, PSU yang digelar di TPS 16 Desa Welahan, diakui merupakan kasus yang unik. Penyebab dilakukannya PSU di Welahan, merupakan kasus yang berbeda. Karena Ketua KPPS-nya diganti oleh ayahnya sendiri.

Di Jawa Tengah, ada tiga TPS yang harus dilakukan PSU pada hari ini. Masing-masing di Tegal ada dua TPS dan Jepara satu TPS. Di Tegal, PSU dilakukan karena masalah penggunaan E-KTP saat digunakan untuk mencoblos.

“Selain di tiga TPS tersebut, PSU juga dimungkinkan terjadi di kabupaten atau kota lain di Jawa Tengah. Hal itu berdasarkan rekomendasi Bawaslu, yang diterima oleh KPU setempat,” katanya.

Baca juga: 

Daerah lain yang kemungkinan menggelar PSU yakni Pemalang (tiga TPS), Brebes (tiga TPS), Boyolali (satu TPS), Kota Magelang (satu TPS), Kabupaten Magelang (satu TPS), Kota Semarang (lima TPS) dan Kendal (satu TPS).

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jateng Fajar Sakha mengungkapkan, kecermatan petugas pengawas terutama di tingkat TPS perlu ditingkatkan. Bawaslu telah melakukan Bimbingan Teknik (Bimtek), hingga kemudian memberikan buku saku dan sistem pengawasan online.

“Namun, kadang kadang (pengawas) saat menghadapi situasional (kasus tertentu), petugas kami tak kunjung paham dan hanya diterjemahkan dengan cara biasa. Ini adalah PR bagi Bawaslu untuk memperbaikinya,” ujarnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.