Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sudah Raih Suara Tinggi, Caleg di Pati Masih Waswas

MURIANEWS.com, Pati – Sejumlah calon legislatif (Caleg) yang ikut kontestasi dalam Pemilihan Umum 2019, hingga Sabtu (20/4/2019) masih sibuk mengumpulkan data suara partai. Mengingat, untuk mendapatkan kursi legislatif, suara partai harus lolos ambang batas 4 persen.

Meskipun ambang batas parlemen tersebut tidak berlaku untuk caleg yang ada di daerah, tetapi mereka dituntut untuk menaikkan suara partai di masing-masing dapilnya.

Selain itu, sejumlah caleg juga masih was-was, karena belum yakin bisa lolos terpilih atau tidak. Meskipun suara yang mereka dapatkan sudah cukup tinggi.

Hal ini dikarenakan, sistem pembagian kursi legislatif pada pemilu kali ini berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan metode Kuota Hare yang memakai BPP (Bilangan Pembagi Pemilih) dalam menentukan jumlah kursi.

Tahun ini sistem pembagian kursi menggunakan metode Sainte Lague. Di mana suara sah parpol akan dibagi dengan bilangan ganjil dimulai dari pembagi 1, dilanjutkan dengan 3, 5, 7 dan seterusnya. Hal ini sesuai dengan yang tertuang dalam pasal 415 ayat 2 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

Hal yang sama juga dikatakan, Noto Supriyanto, salah satu caleg DPRD Kabupaten Pati dari PDI Perjuangan. Ia menyebut, saat ini para caleg belum bisa menentukan apakah nanti bisa duduk di kursi DPRD atau tidak.

Ia juga mengakui, meskipun dalam pemilu caleg mendapatkan suara tinggi, belum tentu akan mendapat jatah kursi. Ia menyebut, nantinya ada penyetaraan dengan partai yang lain.

“Kalau perolehan suara secara individu memang tinggi, tetapi itu tidak bisa menjamin langsung mendapatkan jatah kursi. Karena mekanismenya berbeda dengan Pemilu pada 2014 lalu,” katanya.

Noto yang saat ini duduk sebagai Anggota Komisi B DPRD Pati ini mengklaim, telah mendapatkan 7.000 suara dari Dapil 1 Pati, yang meliputi Kecamatan Pati Kota, Gembong, Tlogowungu dan Margorejo.

Jika menggunakan sistem penghitungan suara seperti pada pemilu 2014 lalu, lanjutnya, maka pihaknya mengaku sudah lolos dan mendapatkan jatah kursi di DPRD Pati. Namun saat ini, model penghitungannya berbeda, sehingga ia masih menunggu keputusan dari KPU.

Untuk diketahui, dapil I yang meliputi Pati, Tlogowungu, Margorejo dan Gembong mendapatkan alokasi 10 kursi. Dapil II terdiri dari Tayu, Gunungwungkal,  Dukuhseti, Cluwak dan Margoyoso mendapat alokasi 11 kursi.

Sementara untuk dapil III yang meliputi Kecamatan Juwana, Batangan, Wedarijaksa dan Trangkil  ada alokasu 10 kursi. Kemudian Dapil IV meliputi Jaken, Jakenan, Winong serta Pucakwangi dengan 8 kursi dan Dapil V di Kayen, Gabus Tambakromo dan Sukolilo dengan alokasi 11 kursi.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...