MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

OPINI

What Happened Indonesia?

0 424
Hasan Aoni *)

“WHAT Happened” adalah buku Hillary Clinton yang melukiskan detik-detik paling aneh dalam episode hidupnya. Di Hotel New Yorker, Manhattan, Amerika Serikat, tempat ia memantau pergerakan suara Pemilu di Amerika, 2016 lalu, ia merasa AC di dalam ruangannya tak bisa menghapus gerahnya.

Presiden Obama meneleponnya. Meminta segera memberikan ucapan selamat kepada Donald Trump. Ia pun segera menghubungi Trump, dan memberikan ucapan selamat. “Demi menjaga tradisi demokrasi di Amerika Serikat,” katanya.

Keanehan itu ia ibaratkan, “Seperti menelepon tetangga bahwa Anda tidak bisa ke acara barbeque. Singkat dan mengejutkan,” tambahnya.

Dalam berita-berita pasca-ucapan selamat itu, di jalan-jalan dan di rumah-rumah, para pendukungnya tak mampu menahan rasa sedih yang dalam, dan menghapus air mata dengan tisu dan baju-baju yang mereka kenakan.

Hillary menenangkan mereka. “Kampanye ini bukan soal satu orang, satu pemilu atau soal saya. Ini soal negara yang kita cintai dan bangun. Amerika yang penuh harapan, inklusif dan berhati besar,” katanya.

Nun jauh di Jakarta, dengan jarak belasan ribu kilometer dari Manhattan, ucapan itu tak kita dengar dari Capres yang kalah dalam perhitungan quick count oleh badan-badan survei yang kredibel, dua jam setelah Pemilu usai 17 April 2019, lalu.

Kita berpikir sang Capres akan menunggu hitungan KPU. Tapi, penantian itu tak terjadi. Justru bergegas merayakan kemenangan dirinya berdasarkan hasil quick count lembaga survei internal, yang doi sebut sebagai real count.

Puluhan petugas entah dari unsur sipil mana berbaris mengucapkan kalimat dengan sangat tegas, “Siap, Pak Presiden!” kepada si doi sambil bersalaman dan memasuki rumah Sang Capres. Sebuah scene yang amat ganjil dan meluncur di wall-wall social media tanpa sensor.

Demi melihat ini, juga para pendukungnya yang berpakaian muslim tetapi bermulut api, yang menolak hasil quick count sambil menuding kecurangan, dan mengancam gerakan massa bernada kerusuhan, segera kita sadar, ternyata keramahan kita sebagai orang Indonesia tak tergambar sama sekali.

Kita hanya juara “sumeh” (murah senyum), pun sepanjang tidak bersinggungan dengan politik praktis dan Pemilu.

What Happened Indonesia?

Salam dongeng!

*) Penulis adalah Pendiri dan Penggiat Omah Dongeng Marwah

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.