MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemilu di Jateng Dipastikan Aman, Hanya PSU di Jepara dan Tegal jadi Sorotan

0 134

MURIANEWS.com, Semarang – Pelaksanaan Pemilu di Jawa Tengah dipastikan aman dan lancar. Di Jateng pemilu digelar di 115.391 TPS yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Meski demikian, peristiwa pemilihan ulang di tiga TPS di Jepara dan Tegal tetap menjadi sorotan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono melaporkan pelaksanaan pemilu di Jateng kepada Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kemendagri Didik Suprayitno dan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh melalui video conferens di kompleks Gubernurnan Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (18/4/2019).

“Alhamdulillah, Pemilu serentak Pilpres dan Pileg 17 April yang dilaksanakan kemarin di Jateng secara umum berjalan lancar. Bahkan, kami saat pemungutan suara menerjunkan tim pemantau di masing-masing kabupaten/kota. Saat ini proses penghitungan suara masih berproses dan kita serahkan kepada KPU,” kata Sri Puryono.

Hal yang sama juga dikatakan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. Menurut dia, hanya ada permasalahan mengenai pemungutan suara ulang (PSU), namun dipastikan tak mengganggu keamanan.

Salah satunya menurut kapolda, yakni PSU di Jepara. Menurut kapolda, di Jepara ada ketua KPPS digantikan oleh ayah kandungnya dikarenakan KPPS yang ditunjuk sedang berkerja di NTT. Sehingga proses pemilihan di TPS tesebut dibatalkan oleh Bawaslu dan KPU setempat, dan harus dilakukan pemungutan ulang pada Sabtu (20/4/2019).

”Meski demikian hal itu tidak mengangu keamanan di wilayah tersebut. Dan hari ini permasalahan itu sedang dirapatkan oleh KPU dan Bawaslu Provinsi Jateng,” katanya di sela-sela kunjungan di Sukoharjo, Kamis (18/4/2019).

Ia menyatakan, secara umum pelaksanaan pemilu di seluruh wilayah Jateng berjalan aman dan kondusif. Pihaknya juga mengapresiasi warga yang menyampaikan hak pilihnya masih tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan.

Kapolda Jateng tetap mengimbau seluruh warga untuk tak melakukan euforia secara berlebihan. Karena saat ini hasil yang keluar baru hasil hitung cepat (quick count), dan belum ada ketetapan resmi dari KPU.

“Oleh karenanya saya mengimbau seluruh masyarakat Jawa Tengah agar semua menjaga persatuan dan kesatuan dan tidak melakukan euforia yang berlebihan,” ujarnya.

Ia juga meminta warga untuk tidak melakukan konvoi untuk merayakan kemenangan. Bahkan pihaknya siap melakukan tindakan tegas jika ada pihak-pihak yang melakukan konvoi.

”Jangan ada euforia yang berlebihan seperti konvoi. Saya dan Pak Pangdam sudah menyiapkan kekuatan di seluruh wilayah di Jawa Tengah manakala ada euforia berupa konvoi atau aksi lainya yang bisa mengangu keamanan dan kenyamanan masyarakat maka akan dilakukan tindakan tegas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat menyebut, selain di Jepara, PSU juga digelar di dua TPS di Tegal. PSU di dua TPS ini juga bakal digelar 20 April 2019 mendatang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan KPU setempat dan perlu diketahui bahwa tiga TPS itu sudah kita siapkan logistik surat suara dan lain sebagainya,” kata Yulianto saat video conference dengan Mendagri di kantor Gubernur Jateng.

Baca juga:

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu dan KPU Jepara sepakat untuk menggelar pemungutan suara ulang di TPS 16 Desa Welahan, Jepara. Pemungutan suara ulang (PSU) bakal digelar pada Sabtu (20/4/2019).

Persoalan yang muncul adalah menyangkut keberadaan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 16 Welahan tersebut. Diketahui, Ketua KPPS yang seharusnya dijabat oleh Heru Setyawan dalam pelaksanaannya diambil alih oleh Sukardi yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.

Heri Setyawan sendiri sesuai informasi yang berhasil dihimpun MURIANEWS.com, dilantik pada 27 Maret 2019 lalu, dan sudah mengikuti Bimtek pertama yang digelar KPU Jepara. Namun pada kegiatan Bimtek kedua, dirinya sudah diwakili sang ayah Sukardi.

Heri Setyawan dikabarkan pergi ke Kupang untuk urusan pekerjaan. Rencananya, Heri Setyawan akan pulang pada Hari H pencoblosan. Namun ternyata dirinya kehabisan tiket transportasi, sehingga tugasnya sebagai Ketua KPPS akhirnya digantikan oleh Sukardi.

Seluruh surat suara yang ditandatangani Sukardi dinyatakan tidak sah, karena tak punya SK pengangkatan sebagai ketua KPPS. Sehingga diputuskan untuk dilakukan coblosan ulang.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.