MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Ada Lapak UMKM, Jumlah Pedagang Dandangan di Kudus Tahun Ini Berkurang

0 3.254

MURIANEWS.com, Kudus – Jumlah pedagang yang akan menyemarakkan Pasar Rakyat Dandangan dipastikan berkurang tahun ini. Pasalnya, tak ada lapak Usaha Mandiri Kecil Menengah (UMKM) Kudus yang andil bagian dalam Dandangan 2019.

Selain itu, jumlah lapak yang disediakan pun tahun ini dikurangi. Jika tahun lalu lapak disiapkan sekitar 400 lapak, kini hanya disediakan 230  lapak saja.

Kabid Pedagang Kaki Lima(PKL) Sofyan Duhri menjelaskan, tak adanya UMKM tahun ini dikarenakan tak ada anggaran untuk memfasilitasi mereka. Sementara, dari tahun ke tahun mereka selalu difasilitasi Pemkab.

“Tidak ada anggaran untuk pelaku UMKM. Daripada dipaksakan dan tidak terisi penuh, lebih baik kita tiadakan saja,” katanya.

Selain tak adanya pelaku UMKM, salah satu jalan yang biasa digunakan untuk membuka lapak juga ditanggalkan. Dari evaluasi tahun kemarin, jalan tersebut memang sepi dari pengunjung.

“Kemarin kami evaluasi, ternyata memang tidak efektif, kasihan jika sepi,” tambahnya.

Berkurangnya jumlah lapak diharapkan membuat masyarakat bisa semakin nyaman dalam menyusuri Dandangan. Ketersediaan kantong parkir juga diperkirakan bisa lebih luas. Sehingga nantinya tak ada masyarakat yang nekat membawa sepeda motor di kawasan dandangan.

“Kami inginkan dandangan memang steril dari sepeda motor,” tandasnya.

Hingga kini, kuota pedagang Dandangan masih tersisa sekitar 20 persen. Para pedagang memang antusias untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu pedagang yang akan menyemarakkan gelaran dandangan.

“Ketika nanti permintaan melonjak, pedagang akan ditempatkan di Jalan Ramelan,” ucap Sofyan.

Soal tarif retrribusi lapak, Sofyan menjelaskan akan sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pemakaian Kekayaan Daerah. Setiap meternya akan ditarif Rp 2 ribu per hari. Tarif belum termasuk retribusi sampah dan biaya sewa listrik. Sedang soal pengelolaan sampah, berdasarkan Perbub Nomor 12 Tahun 2010 tentang Retribusi Sampah, tarif setiap meter persegi sebesar Rp 600.

“Secepatnya akan disosialisasikan,” tandas Sofyan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.