Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hanya 1 Orang yang Dapat C6, Puluhan Warga Panti Jalma Sehat Tak Bisa Nyoblos

0 109

MURIANEWS.com, Kudus – Puluhan warga Panti Rehabilitasi Jalma Sehat yang sedang menjalani pemulihan jiwa dan gangguan mental dipastikan tak bisa menggunakan hak suaranya. Pasalnya, formulir C6 atau undangan memilih dalam Pemilu 2019 hanya diterima oleh satu orang saja di panti rehabilitasi tersebut.

Ketua Yayasan Jalma Sehat Heru Sutiyono memastikan hal tersebut. Pihaknya menjelaskan, dari 46 warga panti, ada 40 warga panti yang dirasa telah sehat dan mampu untuk memilih. Hanya, pada kenyataannya satu orang saja yang mendapat formulir C6.

“Padahal saya rasa mereka sudah bisa menyuarakan suaranya,” jelasnya dengan nada kecewa, Rabu (17/4/2019) pagi.

Ia menjelaskan, dalam Pasal 4 ayat 3 Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018 memang tertulis pemilih yang sedang terganggu jiwa atau ingatannya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, tidak memenuhi syarat sebagai pemilih. Jika tetap ingin menyoblos, maka harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter yang menyatakan telah sembuh.

“Kami bisa menyiapkan surat rekomendasi tersebut, hanya tidak ada pemberitahuan terkait hal ini,” jelasnya.

Sosialisasi dari KPU juga belum dilakukan di yayasan yang ia pimpin. Bahkan pihaknya mengaku tak pernah didatangi KPU Kudus terkait pendataan maupun sosialisasi soal penyelenggaraan Pemilu 2019 ini.

“Belum ada sama sekali,” jelasnya.

Sementara Bobby (28),  mengaku kecewa tidak bisa ikut berpartisipasi pada pemilu tahun ini. Warga  Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati itu secara kejiwaan sebenarnya sudah sembuh. Hanya, karena satu dan lain hal, pihaknya memilih berada di Yayasan Jalma Sehat hingga kini.

“Ini pertama kalinya saya tak ikut pemilu,” kata pria bergelar sarjana tersebut.

Terkait hal ini, beberapa waktu lalu saat dilakukan konfrensi pers, Ketua KPU Kudus Naily Syarifah sempat menjelaskan, jika orang dengan disabilitas sangat bisa menggunakan hak pilihnya. Hanya, harus dilakukan pendampingan saat memilih dan memiliki surat keterangan dari dokter terkait.

“Termasuk dengan orang dengan gangguan mental, jika dinyatakan sudah sembuh maka bisa mencoblos dengan atau tanpa pendampingan,” tandasnya beberapa waktu lalu.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.