MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Senandung Kereta Tua Bakal Tampil di Acara FASBuK

0 17

MURIANEWS.com, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) kembali akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan workshop, pertunjukan monolog dan diskusi  “ Senandung Kereta Tua “ di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kamis (17/4/2019) malam.

Ketua Badan Pekerja FASBuK Arfin AM mengatakan, pergerakan seni pertunjukan Teater dari tahun terakhir ini begitu pesat di kota Kudus. Tidak hanya kelompok teater pemula, teater kampus dan umum juga tampak bergairah dalam hal produktivitas.

“Bahkan para aktor atau aktris muda pun sudah mulai mau menulis naskah monolog kemudian melakukan sebuah pertunjukan. Hal ini menandakan sebuah kemajuan positif bagi perkembangan teater,” jelasnya.

Setelah tahun lalu sukses bekerjasama dengan Shinef Production menghadirkan pertunjukan monolog Cut Nyak Dhien, pada edisi April 2019. Bulan ini FASBuK akan melaksanakan workshop teater dengan materi-materi latihan yang cocok untuk seorang aktor dan aktris teater.

Adapun seniman teater yang akan mengisi workshop ini adalah Rudolf Puspa, sutradara Teater Keliling yang sudah berpuluh-puluh tahun melaksanakan pertunjukan baik dalam lingkup nasional maupun internasional.

“Setidaknya telah tercatat lebih dari 200 naskah yang telah disutradai dan ribuan kali telah melaksanakan pementasan,” lanjutnya.

Namun, tidak hanya workshop saja melainkan ada sebuah pertunjukan monolog yang dilakukan oleh Rudolf Puspa. Naskah yang akan dimainkan ini merupakan sebuah karya terbaru miliknya.

Senandung Kereta Tua mengisahkan tentang seorang yang merasa sudah menjalani hidup panjang mulai senang bertutur kata. Ada kebanggaan masa lalu, ada kemirisan masa kini, ada harapan masa esok yang gemilang.

“Seseorang yang merasa tua masih mampu berdiri di atas kaki sendiri dan melangkah sejak dini hari tanpa berpikir akan kemana. Seseorang yang merasa tua semakin yakin bahwa kesepian adalah menjadi urusan masing masing dalam menyikapinya,” ujarnya.

Selanjutnya, seseorang yang merasa tua masih punya keinginan untuk mendapat pengakuan. Sehingga dirinya merasa berguna. Barangkali tak banyak bisa disimpulkan di sini karena senandung Si yang merasa tua masih terus meninggikan suaranya seolah-olah masih mampu bernyanyi. Maka Si Tua datang dan ingin berbincang dari hati ke hati.

“Setelah pertunjukan selesai, dilanjutkan dengan sesi sharing / diskusi dengan mengenal lebih jauh sosok Rudolf Puspa serta proses kreatifnya ketika berteater sampai saat ini,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.