MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Coblosan, Dinas Perdagangan Liburkan Semua Pasar Tradisional di Kudus

0 31

MURIANEWS.com, Kudus – Guna menyemarakkan gelaran pesta demokrasi Pemilu 2019, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menginstruksikan seluruh pengelola pasar tradisional dan para pedagang untuk menutup kiosnya hari ini (17/4/2019). Penutupan pasar dilaksanakan selama satu hari penuh.

Kepala Dinas Perdagangan kabupaten Kudus Sudiharti membenarkan hal tersebut. Pihaknya telah menginstruksikan semua pasar di Kudus untuk libur. Dengan harapan para pedagang bisa memaksimalkan waktu untuk menggunakan hak pilihnya masing-masing.

“Kami juga telah mengeluarkan surat edaran kemarin,” jelas Sudiharti pada MURIANEWS.com.

Penginstruksian pasar tutup pada hari pencoblosan memang bukan pertama kali ini dilakukan. Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun lalu juga diberlakukan kebijakan yang sama.

“Ini upaya kami untuk menyukseskan pemilu, serentak baik Pilpres maupun Pilleg”, katanya.

Sedang masalah keamanan, selama pasar tutup petugas piket akan berjaga untuk memantau kondisi dimasing-masing pasar. Jadwal piket juga telah diatur sedemikian rupa supaya para petugas tetap bisa menggunakan hak pilihnya.

“Tetap ada petugas yang berjaga secara bergantian,” lanjut Sudiharti.

Ditambahkan, total pasar tradisional yang kabupaten Kudus yang akan tutup adalah banyak 23 pasar. Hanya, yang pali ng mencolok adalah Pasar Kliwon dan Bitinganm Mengingat pedagang yang paling banyak yakni mencapai ribuan berada di dua pasar tersebut.

“Yakni pasar Kliwon dan pasar Bitingan,” jelasnya.

Sementara Ketua Himpunan pedagang pasar Kliwon (HPPK) Pasar Kliwon Kudus Sulistiyanto, pihaknya sudah menyampaikan kepada semua pedagang yang ada di pasar Kliwon untuk tutup sehari pada hari pencoblosan. Para pedagang juga telah sepakat untuk libur.

“Sudah kami teruskan ke para pedagang untuk instruksi tersebut,” jelasnya.

Beberapa pedagang memang sempat kurang setuju. Mengingat setelah mencoblos, para pedagang bisa membuka kiosnya. Hanya, pihaknya telah meyakinkan untik mengikuti instruksi dari pihak dinas.

“Dan akhirnya sepakat untuk tidak buka,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.