Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Fenomena Politik Uang Masih Ada, Bawaslu Jepara Belum Terima Laporan

0 84

MURIANEWS.com, Jepara – Aroma politik uang merebak sehari menjelang coblosan Rabu (17/04/2019). Di sejumlah tempat, fenomena ini masih bisa dirasakan, terutama di pelosok desa di wilayah Kabupaten Jepara.

Namun seperti kasus korupsi, politik uang memang susah untuk dibuktikan. Masyarakat yang menerima uang juga enggan melaporkan ke Bawaslu Jepara. Di sisi lain para peserta Pemilu 2019 juga menganggap praktik ini merupakan hal yang biasa dan umum dilakukan.

Dari beberapa wilayah di Jepara, rerata uang yang dibagikan berkisar pada angka Rp 20 ribu  sampai Rp 50 ribu. Namun untuk di wilayah-wilayah perkotaan, fenomena ini tidak terjadi. Hanya wilayah-wilayah pedesaan saja yang dijadikan ajang praktik melanggar hukum Pemilu ini.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jepara, Sujiantoko menyatakan pihaknya membuka pintu lebar-lebar untuk pelaporan pelanggaran ini.

Kepada masyarakat diimbau untuk berani melaporkan praktik ini ke Bawaslu atau kepanjangan tangan Bawaslu yang ada sampai di tingkat TPS.

“Silahkan saja kalau memang melihat adanya pelanggaran. Laporkan kepada kami dan akan ditindaklanjuti. Masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan,” ujarnya Selasa (16/04/2019).

Ia menyebut, sampai hari ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya pelanggaran politik uang. Namun ada dua informasi mengenai dugaan politik uang di dua tempat.

Informasi yang didapatkan tersebut ada di Desa Kaliombo, Pecangaan dan Nalumsari. Terhadap dua informasi ini. pihaknya masih terus melakukan investigasi. Petugas-petugas lapangan Bawaslu masih terus melakukan penggalian informasi lebih lanjut.

“Karena masih dalam tahap investigasi, maka kami belum bisa sampaikan sejauh mana kejadian ini memang terbukti. Dalam hal ini juga baru informasi, dan belum ada laporan masuk. Kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Isu politik uang juga sempat merebak dari Desa Banjar Agung, Bangsri. Kabarnya ada seorang caleg DPRD Jepara melakukan praktik politik uang. Namun terhadap issu ini, Sujiantoko menyatakan, pihaknya belum melihat titik awal pijakan untuk melakukan tindakan lebih jauh.

Sujiantoko menyatakan, sudah mengecek ke Banjar Agung, melalui petugas-petugas lapangan yang ada. Namun hasilnya belum ada laporan atau informasi sekalipun terkait hal ini. Namun pihaknya berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.