MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Di Masa Ratu Kalinyamat, Jepara Pernah jadi Poros Maritim Nusantara

0 428

MURINEWS.com, Jepara – Masih terkait dengan usaha mengusulkan gelar pahlawan nasional bagi Ratu Kalinyamat, sebuah Focuss Grup Discusion (FGD) digelar di Jakarta, Senin (15/4/2019). Dalam kegiaatan tersebut dikupas habis mengenai sepak terjang sang Ratu Kalinyamat.

Ratno Lukito, Koordinator Tim Penyusun Naskah Akademik Ratu Kalinyamat, dalam kesempatan ini menjelaskan keberadaan sang ratu melalui dua buah catatan lama pelaut Portugis. Catatan tersebut dibuat oleh Diego De Conto.

Berdasarkan catatan itu, Ratu Kalinyamat digambarkan sebagai sosok pemimpin yang kuat, tangguh dan berkuasa. Ratu Kalinyamat disebut juga memiliki armada militer yang kuat. Sehingga dia berani mengusir Portugis dari perairan Jepara saat itu.

Selain berkuasa, Ratu Kalinyamat juga digambarkan sebagai perempuan kaya raya. Saat itu Ratu Kalinyamat sudah mampu memanfaatkan kayu jati untuk membangun industri galangan kapal.

Karena kekuasaannya, Ratu Kalinyamat juga menerapkan pajak bagi semua kapal yang berlabuh di Jepara.

“Ratu Kalinyamat juga diketahui pernah menggagas adanya poros maritim, dengan mengembangkan pelabuhan, menginisiasi industri galangan kapal, dan ukiran Jepara. Tidak hanya pelabuhan utama di Jepara yang dikuasainya. Namun  pelabuhan pendukung di sekitar Jepara seperti di Pati, Juwana, Lasem, Rembang, juga dibangun Ratu Kalinyamat,” kata Ratno Lukito.

Sementara itu, Imas Emilia, salah seorang ahli sejarah yang terlibat dalam FGD ini menyebutkan Ratu Kalinyamat memang sempat membangun poros maritim berpusat di Jepara. Poros maritim yang dibangun tersebut, ternyata juga tidak hanya untuk kepentingan Jepara.

Poros maritim ini pada kenyataannya juga berkontribusi besar kepada kerajaan lain seperti Maluku, Aceh, Banten, Makasar, Bali, Banjarmasin, Tuban, dan Gresik. Pelabuhan di Jepara menjadi bagian penting bagi perdangan di Nusantara saat itu.

“Pedagang dari kerajaan lain membawa dagangannya ke Jepara, berlabuh dan melakukan perdagangan. Sehingga hasil bumi dan barang-barang terdistribusi dengan baik. Jepara saat itu menjadi poros maritim, dibawah Ratu Kalinyamat,” ujar Imas Emilia.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.