MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Marzuqi Tak Ingin Pertumpahan Darah saat Pemilu Terulang di Jepara

0 72

MURIANEWS.com, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyerahkan 6.336 personel Linmas (Perlindungan Masyarakat) kepada Polres Jepara untuk dilibatkan dalam Pengamanan Pemilu 2019 di Jepara.

Penyerahan pasukan Linmas ini dilakukan dalam Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 di Halaman Mapolres Jepara, Senin (15/4/2019). Dalam kesempatan itu, Ahmad Marzuqi juga bertindak sebagai Inspektur upacara.

“Kami serahkan ke Polres Jepara sebanyak 6.336 orang Linmas, dalam rangka pengamanan Pemilu tahun 2019. Mereka akan ditugaskan ke masing-masing TPS dan kelurahan atau desa,” ujar Ahmad Marzuqi.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Marzuqi juga menyatakan, Polri memiliki peranan yang penting dalam pengawalan proses demokrasi yang saat ini tengah berlangsung. Sehingga tugas-tugas tersebut juga harus mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Memasuki masa tenang, pihaknya mengimbau kepada semua pihak untuk bisa menahan diri dari perilaku yang dapat menciderai proses demokrasi. Selama masa tenang ini pihaknya berharap, tidak perlu ada ujaran kebencian, apalagi sikap saling memusuhi.

“Pemilu bukan perang, tetapi sarana untuk mencari pemimpin terbaik. Jangan sampai, Pemilu mengorbankan keutuhan bangsa. Tidak perlu ada ujaran saling memaki saling memusuhi karena beda pilihan politik,” katanya.

Ahmad Marzuqi juga mengingatkan, Jepara mempunyai sejarah kelam akan kontestasi Pemilu di tahun 1999. Di mana, pernah terjadi pertumpahan darah karena beda pandangan politik.

Sejarah kelam itu, menurut dia, harus dikubur dalam-dalam dan saatnya untuk menujukan Jepara bisa menciptakan Pemilu yang berintegritas, bermartabat dan berkualitas.

Marwah demokrasi harus dijaga sebagai sikap hidup, dengan menjadikan perbedaan pilihan sebagai ujian kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Warga Jepara diharap bisa meningkatkan kebersamaan, menjaga persatuan, menjaga kekompakan, dan menjadikan ke-Bhinekaan sebagai kekuatan.

“Semua harus menggunakan hak pilihnya pada Rabu, 17 April 2019. Setiap suara masyarakat akan mnentukan masa depan Indonesia. Jangan Golput. Pilihan boleh beda, persatun tetap kita jaga,” tandasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.