Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bawaslu Pati Bakal Tindak Tegas Caleg yang Nekat Kampanye di Masa Tenang

0 63

MURIANEWS.com, Pati – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati meminta agar para calon legislatif (Caleg) tidak memanfaatkan masa tenang untuk melakukan kampanye. Mengingat, masa tenang adalah waktu di mana masyarakat dapat mempertimbangkan mana calon yang akan dipilih.

“Jangan sampai para caleg memanfaatkan situasi masa tenang ini. Karena itu sangat tidak dibenarkan, apalagi sampai memengaruhi para pemilih,” ungkapnya, Senin (15/4/2019).

Dirinya juga mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, selama masa tenang, pelaksana, peserta, dan/tim kampanye calon presiden dan wakil presiden dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk: tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu dan memilih calon anggita DPR/DPD/DPRD tertentu.

“Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam pasal 278 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu,” terangnya.

Sementara itu, apabila ada caleg maupun tim sukses yang melanggar ketentuan tersebut, maka akan ada sanksinya. Tak hanya itu, sanksi bisa berupa pidana mana kala secara terang-terangan caleg maupun tim sukses melakukan kampanye di masa tenang.

Hal itu diatuf dalam pasal 523 ayat 2 juncto pasal 278 ayat 2 UU Pemilu. Tercatat, apabila melanggar sebagaimana diatas, maka akan dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta.

“Selama masa tenang ini, kami akan tetep melakukan pengawasan. Apabila nanti ada hal-hal yang mencurigakan atau yang mengarah pada kampanye, maka akan segera kami tindak,” terangnya.

Lebih dari itu, dalam pasal 492 UU Pemilu juga menyebutkan tengang pidana pemilu apabila para peserta pemilu melanggar aturan.

Bunyi pasal tersebut, setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu di luar jadwal yang sudah ditentukan oleh KPU, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.