Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Buku Peregrinacao Bantu Buktikan Kepahlawanan Ratu Kalinyamat Bukan Mitos

0 207

MURIANEWS.com, Jepara – Berbagai macam literasi digunakan untuk menyusun naskah akademik untuk mendukung pengusulan gelar pahlawan bagi Ratu Kalinyamat. Salah satunya, buku Peregrinacao karya Fernao Mendez Pinto.

Buku tersebut menurut Lestari Moerdijat, Pimpinan Yayasan Dharma Bhakti Lestari, sebagai pihak yang mengupayakan pengusulan kembali gelar Ratu Kalinyamat sangat penting. Terutama untuk membuktikan jika keberadaan dan kepahlawanan Ratu Kalinyamat bukanlah mitos.

“Karena yang menyebabkan pengajuan Ratu Kalinyamat tidak memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional adalah karena ketokohannya masih dikaitkan dengan mitos. Dan peranannya masih belum dapat dibuktikan secara ilmiah,” kata Lestari Moerdijat, Sabtu (13/4/2019).

Ia meyebut, penolakan pengusulan gelar Ratu Kalinyamat itu sebelumnya tertuang dalam Surat Nomor 1018/PS/XII/2009 Tertanggal 31 Desember 2009 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah dengan tembusan kepada bupati Jepara dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng.

Ia menyatakan pihaknya kini telah mendapatkan buku Peregrinacao dalam bentuk digital. Untuk mendapatkan buku ini menuru dia, merupakan andil para mahasiswa Indonesia di Portugal.

Lestari menyebut, mahasiswa PPI di Portugal itu membantu melakukan pencarian sumber-sumber asli berbahasa Portugis. Listeratur yang mereka cari terkait dengan kata “Rainha de Jepara” yakni Ratu dari Jepara.

Saat ini mahasiswa dari PPI Portugal juga bersedia melakukan terjemahan beberapa halaman yang menuliskan tentang Rainha de Jepara.

“Ini sebagai bentuk kepedulian anak bangsa. Apalagi kepedulian ini sama sekali tidak terkait langsung dengan asal usul dari Jepara dan memiliki keturunan dengan keluarga besar Ratu Kalinyamat.  Artinya bantuan dan kepedulian yang diberikan sebagai salah satu upaya generasi muda untuk membangkitkan semangat nasionalisme,” ujarnya.

Buku Peregrinacao yang dikirim berbentuk digital dengan ekstensi PDF telah diketik ulang dari tulisan tangan Fernao Mendez Pinto. Halaman depan yang telah di-scan berwarna cokelat dengan jumlah 628 halaman.

Substansi isi buku Peregrinacao  sebanyak 303 halaman, selebihnya sekitar sembilan halaman berupa penjelasan dari 226 chapter (bagian). Sisanya halaman depan, atribut buku, dan halaman belakang.

Dengan adanya buku Peregrinacao ini, langkah selanjutnya menuyrut dia, yakni menerjemahkan bagian-bagian yang sesuai dengan konteks kehadiran Ratu Kalinyamat. Penerjemahan bagian-bagian yang terkait juga sebagai upaya untuk menepis mitos-mitos tentang Ratu Kalinyamat.

“Kami bertekad menyempurnakan dokumen Ratu Kalinyamat agar memenuhi syarat pengajuan Pahlawan Nasional,” terangnya.

Ia mengakui hingga saat ini Gubernur Jawa Tengah sebagai Ketua Tim Peneliti dan Pengkajian Gelar Tingkat Daerah (TP2GD) belum memberikan rekomendasi sebagai. Harapannya setelah tersusun naskah akademik riwayat hidup Ratu Kalinyamat secra ilmiah, gubernur akan mau memberikan rekomendasi tertulis untuk dapat diajukan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat  (TP2GP) yang diketuai oleh Menteri Sosial Republik Indonesia.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.