Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Unik, Tempat Wisata di Pati Ini Tiket Masuknya Pakai Botol Plastik Bekas 

MURIANEWS.com, Pati – Ada nuansa yang unik ketika hendak masuk ke tempat wisata edukasi Komunitas Pangan Sekat (WeKPS) Kabupaten Pati, terutama pada tiket masuknya. Jika kebanyakan obyek wisata menarik retribusi atau tiket dengan uang, tetapi di WeKPS tiket masuknya justru menggunakan botol plastik bekas.

Hal itu diakui oleh Hery Purwaka, Penasehat WeKPS Pati. Ia mengatakan, sebagai obyek wisata edukasi, tempat tersebut memang harus didesain sedemikian rupa yang tujuannya tidak lain adalah pembelajaran.

Dengan menerapkan tiket masuk menggunakan botol plastik bekas, nantinya para pengunjung akan ditunjukkan bagaimana memanfaatkan limbah tersebut.

“Pola pikir pertama yang kita bangun dalam membuat wisata edukasi ini adalah memanfaatkan barang bekas hingga menjadi barang yang mempunyai nilai tambah. Botol plastik adalah salah satu limbah yang paling banyak kita temukan, untuk itu kami memanfaatkannya sebagai tiket masuk agar pengunjung mempunyai kepedulian terhadap limbah,” katanya, Sabtu (13/4/2019).

Lebih lanjut, botol plastik itu nantinya juga sebagai bahan untuk membuat kerajinan. Sebab, setiap pengunjung yang datang, akan diajari bagaimana caranya membuat kerajinan dari limbah botol plastik. Apalagi, di wisata edukasi itu juga sudah ada tutor yang siap mengajari para pengunjung.

“Pembelajaran yang kami lakukan seperti membuat kerajinan dari limbah plastik maupun botol plastik. Di bidang pertanian, pengunjung yang datang akan langsung diajak praktik bagaimana menanam bibit yang  baik, sehat dan tanpa menggunakan pupuk kimia,” ujarnya.

Selain itu, di bidang budidaya dan peternakan juga demikian. Seperti yang ada di WeKPS ini, berjejer kolam ikan yang airnya tidak pernah diganti selama delapan tahun. Namun, air kolam tersebut tidak mengeluarkan bau busuk sama sekali.

Umumnya, kata Hery, orang yang membudidaya ikan lele maupun nila pasti pola pemberian makannya menggunakan trambel. Namun, budidaya lele dan nila di WeKPS berbeda. Pakan ikan menggunakan rumput azola, sehingga ikan lebih sehat dan rasanya lebih gurih.

“Di tempat kami juga ada budidaya ayam petelur. Dalam budidaya ini, kandang ayam juga tidak mengeluarkan bau busuk. Sebab, kotoran ayam yang ke luar langsung dimasukkan ke penampungan hingga menjadi biogas dan bisa dimanfaatkan untuk memasak,” urainya.

Diakui juga, biogas dari kotoran ayam tersebut baru pertama kalinya di Pati, yakni di WeKPS. Umumnya, biogas berasal dari kotoran sapi maupun kerbau. Sehingga, apa yang ada di WeKPS tersebut merupakan terobosan baru.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...