Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kokohkan Bangsa Lewat Seni Budaya, Teater Satoesh Gelar Ngaji Kebangsaan

MURIANEWS.com, Kudus – Teater Satoesh IAIN Kudus menggelar ngaji kebangsaan di GOR Kampus Timur, Jumat (13/3/2019) malam. Ngaji kebangsaan itu mengangkat tema mengkokohkan bangsa melalui seni budaya.

Dari pantauan di lapangan, puluhan mahasiswa terlihat antusias. Ditemani segelas kopi tampak mereka mengikuti ngaji kebangsaan tersebut.

Turut menjadi pembicara dalam ngaji kebangsaan itu, di antaranya Gur Basyarrahman Syuthi, Gus Ravi (cucu KH Ahmad Musthofa Bisri, M. Ali Maiyah Kudus, dan capres fiktif nomor 10 Nurhadi. Mereka berbicara tentang mengkokohkan nilai-nilai kebangsaan lewat seni budaya.

Ngaji bareng dibuka dengan perfoma musik band Abu Nawas. Ia menampilkan alunan lagu nada-nada islam. Kemudian penampilan puisi salah satu warga teater Satoesh. Ia membacakan puisi yang bertemakan “Kembalikan Makmu Pancasila”. Setelah itu baru dilanjut dengan ngaji bareng bersama empat pembicara dan diiringi musik band Tentram dari Kendal.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Teater Ainun Najib mengatakan, ngaji kebangsaan ini bertujuan untuk menyejukan pikiran. Apalagi, menurutnya kondisi perpolitikan saat ini tengah memanas menjelang pemilu.

“Banyak bangsa yang semakin salah menyalahkan. Mengaku benar dan yang lain salah. Kemudian kami hadirkan salah satu pembicara ada Nurhadi Capres Fiktif. Karena ia sosok penengah di politik saat ini. Ia yang mengibur di tengah panasnya politik,” jelasnya.

Senada juga diungkapkan oleh, Pembina Teater Satoesh Saliyo. Menurutnya, melalui ngaji ini dapat dijadikan berjuang dalam seni dan budaya. Musik dan budaya di Kudus sudah identik dengan Sunan Kudus dan Sunan Muria. Keduanya menggunakan musik dan budaya untuk berdakwah.

“Kegiatan ini kami harapkan bisa memberilan pesan dakwah. Tidak ada permusuhan. Tidak menghilangkan budaya leluhur. Ini juga nguri nguri budaya leluhur,” katanya.

Untuk itu, mengajak para mahasiswa untuk semangat bekarya. Berkarya lebih baik. “Silahkan berkarya. Karya anda yang punya inspirasi yang bisa menikmati orang banyak. Langkah ini akan memberikan kelanjutan untuk berkarya yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Mudzakir menyambut baik kegiatan ngaji bareng tersebut. Menurutnya momen ini sangat tepat. Apalagi, setelah beberapa pekan melaksanakan UAS, bisa dijadikan untuk me-refresh otak.

“Setelah otaknya diperas untuk menjawab pertanyaan dari dosen dalam wadah UTS. Ini sebagai satu media me-refresh otak kita. Maka malam ini momen yang tepat. Maka berperan keseluruhan yang mengisi acara bismillah dengan kegembiraan,” tambahnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...