Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Disperindag dan Dishub Turun Tangan, Begini Solusi Aksi Mogok Jualan Pedagang Pusat Kuliner Purwodadi

0 690

MURIANEWS.com, Grobogan – Aksi mogok berjualan yang dilakukan 70 pedagang Pusat Kuliner Purwodadi langsung disikapi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan. Agar persoalan bisa segera ditangani, Disperindag langsung mempertemukan pedagang, pengelola parkir, dinas perhubungan, dan Satpol PP.

Kasi Parkir Dinas Perhubungan Grobogan Happi Nugraha mengungkapkan, dalam pertemuan itu ada beberapa kesepakatan yang disetujui bersama. Yakni, petugas parkir harus menarik retribusi sesuai ketentuan yang berlaku. Lalu, portal pintu masuk dan pintu keluar di Pusat Kuliner Purwodadi tetap dipasang dengan syarat difungsikan pakai barcode kertas.

“Sebelumnya, dari pedagang menghendaki tempat parkir tidak menggunakan palang. Petugas parkir juga diminta menata dan menjaga kendaraan di lokasi itu,” katanya, Jumat (12/4/2019).

Selanjutnya, untuk kendaraan keluar masuk kurang dari 5 menit tidak ditarik retribusi parkir. Para pedagang di pusat kuliner juga tidak ditarik retribusi parkir selama memakai ID card.

Kesepakatan lainnya adalah, pihaknya akan membebaskan retribusi tarif parkir selama sepekan. Yakni, dari tanggal 15 sampai 21 April mendatang. Dalam masa sepekan ini, pihaknya tidak bertanggungjawab terhadap segala kerusakan atau kehilangan di kawasan pusat kuliner.

“Untuk membuktikan sepinya pusat kuliner bukan karena masalah portal dan tarif parkir, kami memutuskan untuk memberikan pembebasan tarif parkir selama sepekan,” katanya.

Happi menambahkan, dari keterangan pengelola parkir, pengembalian sisa uang parkir yang diberikan pengunjung selama ini tetap diberikan. Namun, di antara pengguna jasa parkir terkadang ada yang tidak mau menerima uang kembalian.

“Tadi sudah kita kumpulkan dan keterangannya seperti itu. Meski demikian, kami siap menertibkan bila ada petugas parkir yang menarik tarif diluar ketentuan,” imbuhnya.

Aksi para pedagang direncanakan berlangsung hingga hari ini, Jumat (12/4/2019). Dari pantauan di lokasi sore tadi, kondisi pusat kuliner masih terlihat lengang, seperti sehari sebelumnya. Sejumlah pengunjung yang tidak tahu adanya aksi itu sempat kecele dan kemudian putar balik.

Seperti diberitakan, puluhan pedagang pusat kuliner melangsungkan aksi mogok berjualan sejak Kamis kemarin. Aksi itu dilakukan berkaitan dengan pengelolaan parkir yang dikeluhkan pengunjung.

Dijelaskan, sesuai aturan yang terpasang dalam papan pengumuman, tarif parkir sepeda motor Rp1.000 dan mobil Rp 2.000.

Namun, dalam pelaksanaan di lapangan, seringkali seringkali tarif parkir sepeda motor dipungut Rp 2.000. Kemudian, untuk pemilik mobil sering dikasih Rp 5.000 tetapi tidak ada pengembalian.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.