MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Siswa SMK RUS Kudus Ciptakan Aplikasi Antar Jemput Drive School

0 1.165

MURIANEWS.com, Kudus – Tiga siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus berhasil menciptakan aplikasi antar jempur pelajar secara online. Aplikasi yang dinamai Drive School itu dibuat karena bentuk prihatin banyak angka kecelakaan yang disebabkan oleh pelajar.

Ketig siswa tersebut adalah Fahra Khalisa kelas X RPL 1, Ryandhika Bintang Abiyyi kelas X RPL 2, dan Fikr Lazuardi XI RPL 2. Ketiganya merupakan siswa jurusan rekayasa perangkat lunak SMK RUS.

Fahra Khalisa salah satu siswa mengatakan, ada beberapa faktor yang membuatnya tergugah untuk menciptakan aplikasi drive school. Pertama banyaknya angka kecelakaan yang dialami oleh pelajar. Terutama di tingkat SMA-sederajat.

Kedua, orang tua yang tidak bisa mengantar anaknya pergi ke sekolah, bisa menggunakan aplikasi ini. Apalagi, lewat aplikasi ini orang tua bisa mengetahui anaknya sampai sekolah atau belum.

“Ini juga ada picture tall parent. Si driver bisa memberikan tahu orang tuanya bahwa anaknya sudah sampai sekolah atau belum,” ungkapnya.

Ia mengatakan, secara teknik apliksi tersebut sangat mudah digunakan. Di aplikasi ini ada dua pilihan. Yakni sebagai user dan driver. User itu adalah orang tua ataupun pengguna aplikasi, sedangkan driver itu adalah si sopir tersebut. Orang tua akan memesan kepada si driver, kemudian si driver bisa mengiyakan atau menolak.

“Yang membedakan dengan aplikasi lain adalah aplikasi ini khusus anak sekolah. Melalui aplikasi ini juga, siswa tidak terlambat. Karena bisa diatur jam jemputnya,” katanya.

Selain itu, aplikasi yang mereka ciptakan ini berhasil menyabet gelar finalis kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Dian Nuswantoro pada tanggal 23-24 Maret 2019. Para siswa SMK RUS Kudus mendapatkan juara dua di tingkat Internasional.

Sementara itu Aji Suryawan guru pembimbing mengatakan, kedepannya aplikasi ini akan dipatenkan sebagai milik SMK RUS. “Kami patenkan dulu, baru dikomersialkan,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.