Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Triwulan Pertama, Pendapatan Retribusi TPI Juwana Baru Rp 1,5 Miliar

0 86

MURIANEWS.com, Pati – Memasuki triwulan kedua, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana mulai menggenjot pendapatan retribusi. Hal itu lantaran pada triwulan pertama, pendapatan retribusi belum mencapai target, yakni hanya Rp 1,5 miliar.

Jika dibandingkan pada tahun lalu, pada triwulan pertama TPI Juwana sudah mengantongi retribusi sebanyak Rp 1,6 miliar. Tentunya, ini menjadi catatan tersendiri, lantaran target pendapatan asli daerah (PAD) dari TPI dutarget sebanyak Rp 7 miliar.

Kepala TPI Unit II Juwana Tri Widodo mengatakan, untuk target PAD tahun ini secara keseluruhan sebanyak Rp 7 miliar. Tetapi khusus untuk TPI Unit II Juwana dibebani sebanyak Rp 6 miliar.

Dirinya juga mengakui bahwa untuk triwulan pertama memang kurang Rp 70 juta untuk sampai pada Rp 1,6 miliar. Menurutnya ada beberapa faktor yang membuat retribusi itu berkurang.

“Pertama karena banyaknya ikan yang diangkut menggunakan kontainer dari Surabaya. Itu jelas mengurangi retribusi. Sebab, kami baru mendapatkan retribusi kalau ikan sudah dilelang,” katanya.

Sementara alasan lain adalah cuaca buruk yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu tentu mempengaruhi pendapatan nelayan. Belum lagi kalau ada gelombang tinggi, mereka harus menepi terlebih dahulu.

Dirinya juga mengatakan, semenjak para nelayan mencari ikan di wilayah Papua, mereka harus mengeluarkan retribusi dua kali. Pertama di TPI wilayah Papua, kedua di TPI Juwana apabila mereka datang membawa ikan.

“Kalau retribusi ini dua kali, tentunya mereka berpikir. Sehingga terkadang mereka memilih jasa kapal pengangkut itu untuk membawa ke TPI Juwana. Itu pun membutuhkan waktu 12 hari perjalanan,” terang Tri.

Mutlak, dengan sepinya ikan yang masuk ke TPI unit II tersebut, juga mengurangi pendapatan retribusi.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.