Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tarik Parkir Tak Sesuai Aturan, 70 Pedagang Pusat Kuliner Purwodadi Mogok Jualan

0 4.622

MURIANEWS.com, GroboganPuluhan warga mengalami kekecewaan saat berkunjung ke Pusat Kuliner Purwodadi, Kamis (11/4/2019) malam. Penyebabnya, tidak ada satupun pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. Hal itu dilakukan sebagai wujud protes pedagang terhadap juru parkir yang memungut biaya melebihi aturan.

Dari pantauan di lokasi, suasana Pusat Kuliner Purwodadi memang terlihat sepi. Pada pintu masuk, ditempatkan beberapa bak sampah. Kemudian, ada tulisan ‘Libur’ yang ditempelkan di portal pintu masuk.

Di dalam lokasi itu, terdapat sekitar 70 pedagang. Malam itu, tidak ada satupun yang berjualan sehingga suasananya terlihat sangat lengang. Sebelumnya, lokasi itu selalu terang benderang hingga lewat dinihari, saat para pedagang berjualan.

Di pelataran parkir, tampak ada beberapa kursi kayu yang ditata berjajar. Pada tengah pelataran tersebut ada satu spanduk berkuran 1 x 2 meter bertuliskan ‘Tarif Parkir Jujur, Pusat Kuliner Purwodadi Makmur’.

Pusat Kuliner Purwodadi terlihat lengang karena para pedagang melakukan aksi simpati libur berjualan, Kamis (11/4/2019) malam. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Grobogan Adi Sucipto menyatakan, para pedagang memang sedang melakukan aksi simpati libur bersama. Aksi itu dilakukan berkaitan dengan pengelolaan parkir yang dikeluhkan pengunjung.

Dijelaskan, sesuai aturan yang terpasang dalam papan pengumuman, tarif parkir sepeda motor Rp1.000 dan mobil Rp 2.000.

Namun, dalam pelaksanaan di lapangan, seringkali seringkali tarif parkir sepeda motor dipungut Rp 2.000. Kemudian, untuk pemilik mobil sering dikasih Rp 5.000 tetapi tidak ada pengembalian.

“Para pengunjung sudah banyak yang mengeluhkan soal tarif parkir itu. Keluhan itu kami respon karena bisa berdampak pengunjung enggan jajan ke sini. Kami juga sudah komunikasikan masalah itu pada dinas terkait tetapi belum disikapi. Sehingga kami akhirnya membikin aksi simpati ini. Rencananya, aksi ini kita lakukan dua hari,” kata pria yang lebih dikenal dengan nama Yanto Bakso itu.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.