Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Praperadilan Bea Cukai, Kuasa Hukum: Saksi Ngaku Disiksa Petugas

0 307

MURIANEWS.com, Kudus – Sidang praperadilan yang dilakukan pengusaha rokok Nur Rohmad asal Jepara terhadap Bea Cukai Kudus berlanjut. Sidang yang digelar tadi (11/4/2019) menghadirkan saksi-saksi dari pemohon.

Ada empat saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut. Tiga saksi merupakan orang yang pernah diperiksa oleh Bea Cukai Kudus dan satu saksi ahli. Mereka adalah Ahmad Sodik, Nur Santoso, Nanang Baharudin, dan satu ahli Bernard L. Tanya saksi ahli dari Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana NTT.

Sidang praperadilan digelar di ruang Kartika Pengadilan Negeri Kudus. Sidang dipimpin oleh Ketua Hakim Dedy Adi Saputra.  Dalam persidangan tersebut, para saksi dimintai keterangannya. Ketiganya satu persatu dimintai keterangan oleh para saksi. Tinggal satu saksi ahli yang belum dimintai keterangan oleh Ketua Hakim.

Kuasa Hukum Pengusaha Rokok Nur Rohmad, Yosep Parera mengatakan berdasarkan keterangan para saksi terdapat penyiksaan fisik saksi oleh petugas Bea Cukai Kudus.

“Sidang ini membuktikan ternyata terjadi penyiksaan fisik terhadap para saksi. Itu tidak boleh. Karena saksi itu dilindungi oleh undang – undang,” katanya selepas sidang di PN Kudus, Kamis (11/4/2019) sore.

Ia mengatakan, para saksi yang dihadirkan dalam persidangan ini merupakan orang yang pernah diperiksa oleh petugas Bea Cukai. Saat dilakukan penyidikan, mereka mengaku disiksa oleh petugas. Bahkan ada saksi yang disuruh berendam di kolam renang hingga melakukan rol bersalto.

“Dari pengakuan saksi tadi, mereka langsung dimasukan penjara. Dimasukan dalam sel,” jelasnya.

Selanjutnya, Yosep menyebutkan ada yang janggal terkait penandatanganan berkas acara pemeriksaan (BAP). Para saksi ini dimintai tanda tangan pada 28 Februari 2019 malam. Padahal semua bukti yang diberikan termohon dimuka sidang, BAPnya ditandangani pada tanggal 27 Februari 2019.

“Ini artinya ada dugaan pemalsuan dokumen. Kalau sampai aparat hukum memalsukan data otentik. BAP berita acara, itu tidak bisa. Maka rekan-rekan akan mengambil tegas,” ucapnya.

Sementara itu, sidang lanjutan kasus praperadilan ini akan masih berlanjut. Rencananya sidang dijadwalkan pada Jumat (12/4/2019) besok. Agenda sidang lanjutan, dijadwalkan pemeriksaan saksi-saksi dari termohon.

“Rencananya besok akan kami datangkan para saksi. Ada 5 saksi-saksi yang rencananya akan kami hadirkan dalam persidangan ini,” katanya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.