Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Melihat dan Merasakan Bepergian dengan MRT di Jakarta

Dari Cipete ke Bundaran HI Hanya 20 Menit

0 311

MURIANEWS.com, Jakarta Bangga dan bersyukur. Itulah kesan pertama yang dirasakan MURIANEWS.com saat mencoba moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta untuk pertama kalinya, Kamis (11/4/2019) sore.

Bangga karena pada akhirnya Jakarta bisa disejajarkan dengan Kuala Lumpur, Singapura, dan kota-kota metropolitan lainnya di dunia. Keberadaan MRT dewasa ini seperti sudah menjadi syarat wajib bagi Jakarta untuk menasbihkan diri sebagai kota elit.

Bersyukur karena pada akhirnya warga Jakarta kini memiliki pilihan baru untuk pergi ke tempat tujuannya. Karena memang merekalah yang paling merasakan manfaat dari moda transportasi ini.

MURIANEWS.com sengaja mencoba rute Cipete Raya – Bundaran HI pada jam pulang kerja untuk menjajal proyek yang menurut Gubernur Anies Baswedan sudah direncanakan sejak sekitar 20 tahun silam oleh Presiden BJ Habibie (saat itu Menristek).

Hanya butuh waktu sekitar 20 menit, terhitung sejak MRT berangkat dari Stasiun Cipete Raya, sampai MRT berhenti di Stasiun Bundaran HI. Ini sudah termasuk mampir di beberapa stasiun: Haji Nawi, Blok A, Blok M, ASEAN, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas.

Padahal kalau kita menggunakan mobil pribadi, waktu yang kita butuhkan dengan rute yang sama bisa mencapai 45 menit. Tergantung arus lalu lintasnya. Jika sedang ramai dan macet, waktu tempuh bisa tembus satu jam. Belum termasuk nyari tempat parkir.

Stasiun Bundaran HI adalah stasiun paling ujung proyek MRT ini. Ujung yang satunya adalah Stasiun Lebak Bulus. Stasiun Bundaran HI ini memiliki dua pintu keluar, yakni ke Jalan MH Thamrin dan ke Bundaran HI. Dari pintu keluar Bundaran HI, kita bisa langsung menuju Plaza Indonesia dari Thamrin Lobby (Pintu Thamrin)

Dari pengamatan MURIANEWS.com, gerbong MRT tampak mewah dan bersih dengan desain interior yang cerah dan penuh warna. Kondisi yang sama juga tampak di stasiun.

Sejumlah petugas security tampak berjaga. Mereka sesekali melayani calon penumpang dengan senyum ramah. Petugas juga tidak melarang saat MURIANEWS.com minta izin untuk memotret pintu masuk ke ruang tunggu. “Silakan, mas!” ujarnya ramah.

Sepanjang perjalanan, MURIANEWS.com tidak menemui penumpang yang perilakunya tidak tertib. Mulai dari memasuki lorong stasiun, masuk ke gerbong MRT, hingga keluar stasiun. Hanya ada satu orang saja yang sempat ditegur halus pengguna MRT karena berdiri di sisi kanan tangga berjalan di pintu keluar Bundaran HI.

Untuk netizen yang ingin menikmati MRT, bisa menggunakan uang e-money dari Bank Mandiri, Flazz dari BCA, Brizzi dari BRI, atau BNI Tapcash.

Tapi jangan kuatir jika netizen tidak memiliki salah satu kartu di atas. Netizen bisa membeli kartu sekali jalan (single trip) seharga Rp 20.500. Rute Cipete Raya – Bundaran HI sendiri ongkosnya hanya Rp 5.500 saja. “Ini masih tarif promo,” kata Hertianto, seorang penumpang yang kebetulan satu tujuan dengan MURIANEWS.com.

Kartu single trip ini berlaku selama tujuh hari. Dan netizen bisa mendapatkan refund sebesar Rp 15.000 jika mengembalikan kartu ke tempat yang tersedia di stasiun tujuan. Jadi, tertarik mencoba?

 

Reporter: Deka Hendratmanto
Editor: Deka Hendratmanto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.