Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hebat! Anak Sopir Bus Sabet Gelar Cumlaude di UMK

MURIANEWS.com, Kudus – Sebanyak 552 mahasiswa Universitas Muria Kudus diwisuda, Rabu (10/4/2019). Ada yang menarik pada wisuda kali ini. Farid Hidayat seorang anak sopir bus Jakarta – Jepara PO Shantika berhasil lulus dengan gelar cumlaude.

Farid adalah mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling (BK). Farid cukup bahagia bisa melanjutkan kuliah, karena saat lulus SMA dirinya tidak berpikir akan mampu kuliah.

“Saya hanya anak seorang sopir. Sebelumnya tak ada niatan kuliah,” katanya.

Anak kedua dari lima bersaudara ini mengatakan, pendapatan yang diperoleh ayahnya sebagai sopir hanya cukup untuk mengisi perut keluarga. Untuk melanjutkan kuliah, dipastikan ayahnya tidak mampu untuk membiayai.

Apalagi salah satu adiknya (anak keempat) terkena jantung bocor sejak kecil. Praktis, gaji sang ayah hanya bisa buat makan dan memberobatkan sang adik.

Walaupun ibunya selama ini ikut mencari tambahan nafkah bagi keluarga, itupun tidak akan cukup untuk biaya kuliah. Karena itu, dirinya sempat putus asa dan tidak yakin bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun besarnya mimpi yang dimiliki ternyata tak membuat putus asa. Ia pun memberanikan diri untuk kuliah. Tanpa dinyana, ia mendapatkan mendapatkan beasiswa bidikmisi.

Para mahasiswa diwisuda langsung oleh Rektor UMK Dr. Suparnyo di Auditorium, Rabu (10/4/2019). (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji)

“Alhamdulillah Allah SWT mengabulkan doa saya. Saya tak mau bermalas-malas. Saya kejar mimpi saya dan lulus 3,5 tahun dengan predikat cumlaude,” katanya.

Dirinyapun bertekad kuat untuk meraih cita-citanya mulianya untuk menjadi dosen. Meski lulus, dia masih harus berjuang kembali untuk mewujudkannya.

“Sayapun bertekad untuk memebrikan perubahan di masyarakat dan akan kami buktikan bahwa lulusan UMK adalah lulusan berkualitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, setelah diwisuda tentunya dituntut untuk berbagi ilmu adan bermanfaat bagi orang lain. Dengan mengamalkan secara santun dan bertanggungjawab.

“Wisudawan harus memiliki hard skill dan soft skill yang berjalan beriringan, karena keduanya sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja atau lainnya. Moral baik, passion, motivasi, kerjasama tim, etos kerja, leadership, kreatifitas hingga kemampuan berkomunikasi harus dimiliki untuk meniti karir di amsa depan,” jelasnya.

Ia mengatakan, wisudawan juga harus mampu melihat tantangan ke depan, terutama adanya revolusi inddustri 4.0. Dari hasil penelitian, pekerjaan di Indonesia akan banyak tergantikan dengan mesin.

Bupati Kudus HM Tamzil mengatakan, melihat dan menyaksikan wisudawan yang ada menandakan adanya kesungguhan dan semangat dari UMK. Baik yayasan maupun rektorat bersama-sama memajukan UMK.

“Saat ini banyak perguruan tinggi, namun saya yakin UMK bisa semakin eksis,” imbuhnya.

Dia menambahkan, selain mencetak sarjana, UMK juga mencetak wirausaha baru, sesuai dengan kearifan lokal yang menjadi dasar UMK, santun, cerdas dan berjiwa wirausaha. Artinya, lulusan UMK juga harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. Usai wisuda, diharapkan langsung bergerak untuk menciptakan lapangan kerja.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...