Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengembangan Situs Patiayam Kudus Dimulai 2020

MURIANEWS.com, Kudus – Pengembangan Situs Purbakala Patiayam akan dimuali tahun 2020 mendatang. Pembangunan akan meliputi pengembangan wilayah konservasi serta penambahan wilayah displai di museum. Hal tersebut dirasa perlu, mengingat situs Patiayam adalah situs yang cukup potensial dibanding beberapa situs lain di Jawa Tengah.

“Segera kami kembangkan di 2020 nanti,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Sutiyono.

Pengembangan wilayah konservasi diharapkan bisa menambah peluang ditemukannya fosil-fosil baru. Sedangkan penambahan wilayah display ditujukan untuk memaksimalkan visualisasi fosil di museum.

“Hingga kini, masih banyak fosil yang kami simpan karena display tidak muat,” lanjutnya.

Beberapa pengkajian juga telah dilakasanakan. Hasil pengkajian akan mempengaruhi beberapa pengembangan. Salah satunya terkait wacana pembangunan gardu pandang di seputaran lokasi situs Patiayam yang sempat dicanangkan akhirnya dibatalkan.

Kajian yang dilakukan juga berkaitan dengan pelarangan pembangunan di zona inti. Hal tersebut dikhawatirkan merusak nilai orisinalitas situs.

“Semua dilakukan untuk pengembangan dan konservasi jangka panjang dari Patiayam,” tandasnya.

Sementara, Kasi Sejarah, Musium, dan Kepurbakalaan Lilik Ngesti menambahkan, pengawasan serta pembinaan masyarakat sekitar Patiayam sangat dibutuhkan dalam hal ini. Mengingat potensi yang ada di kawasan tersebut sangatlah besar. Terutama terkait fosil-fosil purbakala yang bisa saja ditemukan setiap saat.

“Butuh komitmen dan konsistensi bersama dalam membangun Patiayam,”  ujarnya.

Tim ahli cagar budaya juga tengah dipersiapkan untuk membina masyarakat sekaligus mengembangkan situs dengan cara yang benar. Dalam artian pengembangan tidak merusak wilayah konservasi.

“Pengembangan dan pembinaan dilakukan secara bersamaan,” terangnya.

Hinga kini, 101 fosil telah ditemukan dan disimpan di situs yang menurut cerita lebih tua dari Sangiran tersebut. Ke-101 fosil berasal dari 10 hewan bertulang belakang purba. Luas situs juga telah bertambah dari tahun ke tahun. Yang sebelumnya 20 kilometer persegi, sekarang menjadi sekitar 58 kilometer persegi.

“Ada peningkatan dari tahun ke tahun,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...