Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratu Kalinyamat Disebut Layak Diangkat Sebagai Pahlawan Bidang Maritim

MURIANEWS.com, Jepara – Upaya untuk kembali mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional terus digenjot. Tim pengkaji kini tengah memperdalam riset untuk menyusun naskah akademik, guna melengkapi pengusulan gelar tersebut.

Upaya mengusulkan gelar pahlawan nasional ini digawangi oleh Yayasan Darma Bhakti Lestari, yang menggandeng sejumlah pakar dari berbagai universitas ternama. Tim pengkaji juga tengah melacak beberapa literatur asing tentang sepak terjang Ratu Kalinyamat.

Pembina Yayasan Darma Bhakti Lestari, Lestari Moerdijat mengatakan, bahwa eksistensi dan perjuangan Ratu Kalinyamat tak bisa dinafikkan. Bahkan menurut dia, penguasa Jepara ini pantas dan layak mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional bidang maritim.

“Penelusuran awal dari buku Da Asia dari Diego de Couto dan Suma Oriental dari Tomi Pires memperlihatkan bahwa Ratu Kalinyamat memiliki hubungan yang baik dengan Sultan Aceh, Sultan Johor, Sultan Banten, dan Sultan Hitu. Ini menunjukkan bagaimana Ratu Kalinyamat membangun kerja sama melalui maritim,” katanya dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS.com, Rabu (10/4/2019).

Menurut dia, rentang kerja sama maritim yang dibangun oleh Ratu Kalinyamat merupakan pondasi pelayaran Nusantara dan perdagangan antarpulau. Keberadaan Jepara di antara Aceh, Johor dan Hitu menunjukkan semangat poros maritim telah dimiliki oleh Ratu Kalinyamat.

Oleh karena itu, dalam upaya pendokumentasian riwayat Ratu Kalinyamat pihaknya akan meminta bantuan dari tokoh agama, masyarakat, dan adat dari Aceh, Johor, dan Hitu dapat memberikan dukungan.

“Sudah sepantasnya Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional dalam bidang kemaritiman. Pemikiran dan perbuatan Ratu Kalinyamat melewati zamannya dan menjadi inspirasi bagi masyarakat maritim Indonesia.

Apalagi menurut dia, pengabdian dan perjuangan yang dilakukan Ratu Kalinyamat dalam mempertahankan pelayaran Nusantara dan perdagangan antarpulau berlangsung hampir sepanjang hidupnya hingga Jepara memasuki masa keemasannya selama 30 tahun.

Lestari Moerdijat juga menambahkan kelayakan Ratu Kalinyamat untuk diperjuangankan sebagai Pahlawan Nasional, karena Ratu Kalinyamat membantu Sultan Johor dan Sultan Aceh yang dalam kapasitas sebagai pemimpin Jepara saat itu melebihi tugas yang diembannya.

Baca juga: 

Sebelumnya, pengamat Pertahanan Militer, Connie Rahakundini Bakrie, menyebut Ratu Kalinyamat sebagai panglima perang asal Jepara yang berani. Ratu Kalinyamat melakukan penyerangan ke kubu Portugis, dalam sebuah upaya nyata ketika itu.

Ratu Kalinyamat disebutnya telah memiliki kekuatan ekonomi, politik dan sekaligus militer, yang kuat.
Saat itu, pada sekitar abad ke 15, Jepara bisa disebut sebagai sumber kekuatan industri galangan kapal, pertahanan dan perdagangan. Cakupannya bahkan bisa merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

“Bayangkan saja, saat itu tentu tidak ada BUMN PT PAL, atau departemen pertahanan. Tapi Ratu Kalinyamat sudah mampu membangun industri galangan kapal,” katanya dalam seminar ‘Menghidupkan kembali gagasan menjadikan Kalinyamat sebagai pahlawan nasional’, beberapa waktu lalu.

Bahkan menurut dia, kapal yang dibangun di zaman Ratu Kalinyamat ini jika disamakan dengan zaman ini hampir setara dengan kapal induk.

”Kapalnya kalau sekarang bisa disebut sebagai sebuah kapal induk. Karena sudah bisa membawa 1.000 prajurit,” ujar Connie.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...