Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Disbudpar Upayakan Situs Patiayam Jadi Cagar Budaya Nasional

MURIANEWS.com, Kudus – Harapan Situs Patiayam untuk menjadi cagar budaya nasional terus diupayakan. Berkas permohonan pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga sudah dikirim.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Patiwisata (Disbudpar), Rachmah Harianti melalui Kepala Bidang Kebudayaan Sutiyono mengatakan, proses pengajuan telah sesuai alur. Sebelum dibawa ke pusat, berkas permohonan dikaji terlebih dahulu oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Jawa Tengah.

“Sudah dikaji dan dinyatakan lolos, sekarang berkas ada di pusat,” jelas Sutiyono.

Pengkajian juga dilakukan sebelum berkas permohonan diajukan ke TACB Jateng. Pengkajian berada di seputaran penetapan zona kawasan serta pengukuran kembali luas wilayah.

Sebagaimana diketahui, kawasan Patiayam memang dibagi dalam tiga zona. Yakni zona inti, zona penyangga, dan zona pengembangan.

“Ada pengetahuan baru yang kami dapatkan dari pengkajian,” tandasnya.

Sementara terkait pengembangan, Kasie Sejarah, Musium, dan Kepurbakalaan Lilik Ngesti menambahkan, proses pengembangan situs purbakala Patiayam diharapkan melibatkan masyarakat sekitar lokasi. Jika tidak, istilah budak di negeri sendiri bisa saja terjadi pada masyarakat di sekitar situs yang mempunyai luas wilayah 58 kilometer persegi tersebut.

Pengawasan serta pembinaan masyarakat sekitar Patiayam sangat dibutuhkan dalam hal ini. Mengingat potensi yang ada di kawasan tersebut sangatlah besar. Terutama terkait fosil-fosil purbakala yang bisa saja ditemukan setiap saat.

“Butuh komitmen dan konsistensi bersama dalam membangun Patiayam,”  ujarnya.

Tim ahli cagar budaya juga tengah dipersiapkan untuk membina masyarakat sekaligus mengembangkan situs dengan cara yang benar. Dalam artian, pengembangan tidak merusak wilayah konservasi.

“Pengembangan dan pembinaan dilakukan secara bersamaan,” terangnya.

Hinga kini, 101 fosil telah ditemukan dan disimpan di situs yang menurut cerita lebih tua dari Sangiran tersebut. Ke-101 fosil berasal dari 10 hewan bertulang belakang purba. Luas situs juga telah bertambah dari tahun ke tahun. Yang sebelumnya 20 kilometer persegi, sekarang menjadi sekitar 58 kilometer persegi.

“Ada peningkatan dari tahun ke tahun,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...