Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nyumpah Warga Agar Nyoblos Caleg Tertentu Dinilai Langgar HAM 

0 212

MURIANEWS.com, Pati – Ketua Forum Relawan Demokrasi (Foreder) Kabupaten Pati Slamet Ma’arif menilai, aksi sumpah yang dilakukan salah satu calon legislatif terhadap pemilih dengan disertai politik uang,  dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM). Sebab, pilihan adalah hak seseorang yang dilindungi oleh undang-undang.

“Kalau ada caleg yang menyumpah seseorang untuk memilihnya, itu melanggar HAM. Bahkan si caleg bisa dipidanakan,” ungkapnya, Senin (8/4/2019).

Lebih lanjut menurut dia, HAM itu esensinya lebih kuat dari pada sekadar politik uang. Apalagi ketika caleg atau tim suksesnya menekan seseorang untuk memilihnya, dalam bentuk apapun, termasuk dengan cara menyumpah.

“Kebebasan itu kan sudah diatur dalam undang-undang,  kalau kemudian kebebasan seseorang itu direnggut dengan cara disumpah, ini sudah melanggar HAM,” katanya.

Bahkan dirinya menilai, proses demokrasi yang diwarnai dengan politik uang ataupun pelanggaran HAM semacam itu, sangat tidak baik.

”Biarkan masyarakat memilih sesuai hati nuraninya,  sesuai kehendaknya. Jangan sampai warga ditekan untuk memilih salah satu calon,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang praktisi hukum Riyanta mengatakan, pemilu itu harus dikawal dengan baik. Jangan sampai ada praktik politik uang yang bermunculan. Sebab, pemilu ini adalah proses mencari pemimpin yang baik.

“Kalaupun ada partai atau caleg yang melakukan politik uang,  itu harus kita hentikan. Caleg maupun partai harus bersaing secara baik. Siapapun yang menang, itulah pilihan rakyat. Jadi,  jangan sampai menggunakan politik uang,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, caleg untuk DPRD Pati dari PKS bernama Wardjono dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Penyebabnya, caleg tersebut diduga telah melakukan money politics.

Baca juga: 

Tak hanya itu, tim sukses dari caleg tersebut juga diduga telah meminta sumpah dari warga yang diberi uang untuk mencoblos Warjono pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. Aksi bagi-bagi uang dan sumpah untuk mencoblos ini terajadi saat acara yasinan di Desa Payang, Kecamatan Pati.

Warjono diketahui tercatat sebagai caleg PKS untuk DPRD Pati dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pati 1. Yang meliputi Kecamatan Pati, Margorejo, Tlogowungu, dan Gembong.

Ketua DPW PKS Jateng, Abdul Fikri Faqih mengaku tak yakin jika praktik politik uang itu dilakukan langsung oleh caleg PKS.

“Kader kami tidak mungkin melakukan politik uang. Dugaannya itu kan tim sukses yang melakukan, bukan calegnya langsung. Kami pikir caleg PKS tetap mematuhi aturan yang diterapkan oleh KPU dan Bawaslu dalam hal kampanye ini,” katanya saat dikonfirmasi MURIANEWS.com, Senin (8/4/2019).

 

 

Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.