MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ketua PKS Jateng Belum Tahu Ada Calegnya di Pati Dilaporkan Soal Politik Uang dan Sumpah Warga

0 212

MURIANEWS.com, Pati – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jawa Tengah,  Abdul Fikri Faqih mengaku belum mengetahui ada caleg PKS di Pati yang dilaporkan ke Bawaslu karena masalah politik uang.

Meski demikian, anggota DPR RI ini menyakini jika benar terjadi politik uang, yang melakukannya bukan caleg tersebut secara langsung.

“Kader kami tidak mungkin melakukan politik uang. Dugaannya itu kan tim sukses yang melakukan, bukan calegnya langsung. Kami pikir caleg PKS tetap mematuhi aturan yang diterapkan oleh KPU dan Bawaslu dalam hal kampanye ini,” katanya saat dikonfirmasi MURIANEWS.com, Senin (8/4/2019).

Sebelumnya diberitakan, caleg untuk DPRD Pati dari PKS bernama Wardjono dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Penyebabnya, caleg tersebut diduga telah melakukan money politics.

Tak hanya itu, tim sukses dari caleg tersebut juga diduga telah meminta sumpah dari warga yang diberi uang untuk mencoblos Warjono pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. Aksi bagi-bagi uang dan sumpah untuk mencoblos ini terajadi saat acara yasinan di Desa Payang, Kecamatan Pati.

Warjono diketahui tercatat sebagai caleg PKS untuk DPRD Pati dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pati 1. Yang meliputi Kecamatan Pati, Margorejo, Tlogowungu, dan Gembong.

Fikri juga mengatakan, kalaupun dugaan itu terbukti, pihaknya pasti akan mendapatkan tembusan. Ia memastikan, DPW PKS selalu melakukan pemantauan terhadap kader dan calegnya hingga ke tingkat kabupaten/kota.

“Ada juga di beberapa tempat yang partainya diduga melakukan money politics. Tetapi setelah diperiksa, ternyata tim suksesnya yang melakukan. Ini banyak sekali,” ujarnya.

Baca juga: 

Dia menegaskan, caleg yang berasal dari PKS sudah komitmen untuk melakukan kampanye sesuai dengan peraturan yang berlaku. Begitu juga dengan tim sukses, harus mengindahkan aturan yang ada.

“Saya kira kalau kita mengikuti aturan-aturan itu, pasti tidak ada masalah. Tim sukses juga harus tahu aturan,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta kepada caleg agar apabila ada laporan-laporan terkait dirinya,  diminta untuk menjelaskan secara transparan. Dengan begitu, laporan yang ada akan membuktikan benar dan tidaknya,  sehingga semuanya bisa lebih gamblang.

 

Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.