MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

23 SMA-SMK di Jateng Bakal Langsung Terapkan Kurikulum Antikorupsi

0 69

MURIANEWS.com, Cilacap – Sebanyak 23 sekolah di Jawa Tengah akan menjadi percontohan penerapan kurikulum pendidikan antikorupsi. Ini dilakukan setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meneken Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 Tahun 2019.

Dengan pergub ini, Jateng akan mulai menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi mulai Juni 2019. Pada tahap awal, kurikulum ini akan diterapkan di 23 sekolah jenjang SMA dan SMK di Jateng.

Pergub tentang implementasi pendidikan antikorupsi ini merupakan tindaklanjut dari kesepekatan antara KPK dengan kepala daerah untuk menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi pada semua jenjang pendidikan.

”Sudah saya teken (pergub) tanggal 5 April lalu. Kayaknya Jateng yang pertama membuat pergub ini,” kata Ganjar di sela-sela meninjau UNBK di SMAN 1 Maos, Cilacap, Senin (8/4/2019).

Pergub ini, lanjut Ganjar, selain mengatur teknis penerapan dan lembaga pelaksana, juga perihal kerja sama, monitoring evaluasi dan pelaporan, serta pembiayaan.

Kurikulum pendidikan antikorupsi, menurut Ganjar sangat penting karena sekolah merupakan tempat ditempanya calon  pemimpin bangsa. Maka setiap satuan pendidikan harus disiapkan menjadi tempat untuk menyemai manusia unggul dalam akademik, maupun karakter.

“Sederhananya begini, pendidikan antikorupsi tidak berdiri sendiri sebagai mata pelajaran. Tapi diintegrasi ke dalam mata pelajaran yang relevan, juga kurikuler, co-kurikuler dan ekstrakurikuler, diterapkan juga model-model hubungan sesama warga sekolah yang mencerminkan perilaku antikorupsi. Jadi antikorupsi harus menjadi kebiasaan sejak dini, yang kemudian menjadi nafas dalam hubungan sosial kemasyarakatan,” jelas gubernur.

Selaras dengan itu, sejak 2018 Pemprov Jateng telah menunjuk 23 sekolah di 23 kabupaten/kota sebagai piloting sekolah penyelenggara pendidikan berintegritas yang melaksanakan program pendidikan antikorupsi. Ke-23 sekolah SMA dan SMK inilah yang akan menjadi titik penerapan pendidikan antikorupsi.

“Secara bertahap akan dilakukan replikasi ke sekolah lain. Sehingga nanti semua sekolah di Jateng akan menerapkan kurikulumnya,” terangnya.

Pihaknya juga akan mendorong dan menerapkan keterbukaan informasi publik dengan menerapkan transparansi data pendidikan dan pengelolaan satuan pendidikan yang dapat diakses masyarakat melalui portal-portal informasi.

Untuk penerapan, selain menggandeng KPK Ganjar menjelaskan telah menjalin komunikasi dengan forum guru dan forum OSIS. Kurikulum yang sudah dimiliki KPK, akan dipadukan dengan masukan dari guru dan OSIS tersebut, baik materi classical maupun secara praktik.

“KPK sudah punya kurikulum, ada yang classical dan praktik. Pergubnya sudah ada maka kita praktekkan. Ini pemanasan dulu, dan sudah saya komunikasikan dengan beberapa guru dan beberapa siswa dari forum OSIS. Pasti dari mereka akan muncul kreativitas. Secara efektif setelah 21 April lah (kita terapkan). Ini kita wajibkan, kita memaksa orang untuk belajar tentang kejujuran itu,” tegasnya. (lhr)

 

Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.