Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Rumah di Grobogan Terendam Banjir, Ini Lokasinya

MURIANEWS.com, Grobogan – Bencana banjir melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan, Minggu malam hingga Senin (8/4/2019) dini hari. Selain areal sawah, banjir juga menerjang ratusan rumah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, wilayah yang terkena banjir antara lain di Desa Kenteng, Tunggak, dan Boloh di Kecamatan Toroh. Banjir di tiga desa ini berlangsung sejak magrib hingga menjelang tengah malam. Sedikitnya, ada 200 rumah warga yang kemasukan air selama beberapa jam dengan ketinggian hingga 30 centimeter.

Banjir terjadi akibat hujan deras di wilayah tersebut sejak sore. Hujan deras mengakibatkan sungai-sungai di kawasan itu tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke persawahan dan pemukiman penduduk.

Selanjutnya, bencana banjir dilaporkan juga terjadi di Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan. Sedikitnya, ada 30 rumah warga di RW 04 yang sempat kemasukan air selama dua jam.

Kemudian, banjir juga terdapat di Desa Sugihmanik, KecamatanTanggungharjo. Sedikitnya, ada 40 rumah kemasukan air di Dusun Randusari, dan Dusun Ngebelor mulai pukul 21.30 WIB. Banjir ini disebabkan luapan sungai Renggong dan sungai Kliteh. Tidak hanya itu, banjir juga sempat terjadi di wilayah Desa Banjardowo, Kecamatan Kradenan dan Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus.

“Banjir pada Minggu sudah surut semuanya sampai menjelang dini hari. Meski demikian, kita masih tetap melakukan pemantauan kondisi di lapangan,” kata Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih.

Sementara itu, pada Senin dinihari tadi, banjir dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Tegowanu. Camat Tegowanu Yunus mengungkapkan, wilayah yang terkena banjir ada di Dusun Kedokombo, Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu akibat meluapnya sungai Ngrenggong.

“Air masuk ke perkampungan sekitar pukul 01.00 WIB. Data yang kita dapat, ada 200 KK yang rumahnya terendam,” katanya, Senin (8/4/2019).

Selain itu, lanjut Yunus, banjir juga terdapat di Desa Tlogorejo akibat luapan air dari sungai Sukorejo. Air masuk ke pemukiman warga mulai pukul 03.00 WIB dan mengakibatkan sekitar 120 rumah tergenang selama beberapa jam. Disamping itu, luapan air mengakibatkan 50 hektar areal jagung kebanjiran, serta rusaknya talud dan jalan padas sepanjang 1,2 kilometer.

“Laporan terakhir jam 06.00 WIB tadi, air sudah surut dan tidak ada lagi rumah yang tergenang. Rencananya pada hari ini nanti, dari jajaran Muspika dan warga akan melaksanakan gotong royong membersihkan rumah yang terkena dampak banjir,” imbuh Yunus.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...