Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Misteri 9 Gundukan Tanah di Areal Sawah Desa Banjarejo yang Belum Terpecahkan Grobogan

MURIANEWS.com, Grobogan – Selain benda-benda kuno yang sudah ditemukan, masih terdapat beberapa misteri di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus yang belum berhasil dipecahkan hingga saat ini. Salah satunya adalah keberadaan sembilan gundukan tanah di areal sawah yang berada di Dusun Medang.

Gundukan tanah di tengah hamparan sawah itu biasa disebut punthuk oleh warga setempat. Luas tiap punthuk tersebut berbeda-beda. Ada yang seluas lapangan badminton. Ada juga yang luasnya seukuran lapangan voli atau tenis.

Lokasi punthuk itu menyebar. Jarak paling jauh antar punthuk berkisar 1 km. Sedangkan jarak terdekat sekitar 200 meter. Tinggi punthuk berkisar 1 hingga 1,5 meter.

Dari cerita warga, punthuk itu sudah ada sejak lama. Hingga sekarang, warga tidak berani meratakan punthuk tersebut dan membiarkannya tetap dalam kondisi seperti itu.

Warga meyakini, punthuk-punthuk itu dinilai punya nilai historis dengan sejarah Kerajaan Medang Kamulan yang mereka yakini pernah berdiri didesanya ribuan tahun lalu. Makanya, warga setempat tidak berani mengganggu keberadaan punthuk yang didalamnya disebut-sebut jadi tempat penyimpanan barang berharga pada masa lampau.

“Keberadaan punthuk-punthuk itu barangkali sudah ribuan tahun lamanya. Hingga saat ini, keberadaan punthuk itu masih dilestarikan karena dinilai jadi bagian sejarah yang ada di sini,” kata Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik, Sabtu (6/4/2019).

Soal anggapan kalau punthuk itu menyimpan benda berharga, Taufik tidak berani memastikan. Namun, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, memang ada benda-benda kuno yang ditemukan di lokasi punthuk tersebut atau disekitarnya. Baik berupa perhiasan emas atau peralatan kuno dari batu.

Taufik menyatakan, saat berada di Desa Banjarejo selama dua pekan, tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta sempat melakukan penelitian dan penggalian pada beberapa punthuk. Dari kegiatan ini ditemukan fragmen artefak yang cukup padat, seperti pecahan tembikar.

“Selain itu, ditemukan pula pecahan perhiasan dari emas seberat 0,6 gram,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...