Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Soto Ternyata jadi Kuliner yang Paling Digemari Wisatawan Asing

MURIANEWS.com, Pati – Tak disangka, kuliner mempunyai peran vital dalam pengembangan pariwista. Bahkan, kuliner adalah pertama kali yang menjadi rujukan wisatawan mancanegara ketika berlibur ke Indonesia.

Tak ayal, jika Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mempromosikan kuliner Nusantara ini.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Regional II pada Kemenpar RI Burhanuddin saat bertandang ke Pati, Sabtu (6/4/2019) mencontohkan, soto selalu menjadi incarawan wisatawan asing.

Mungkin karena di negaranya tidak ada sejenis kuliner soto, sehingga ketika tiba di Indonesia mereka lebih banyak memakan soto.

Bahkan, menurutnya, kuliner soto yang merupakan makanan tempo dulu, saat ini juga tengah dipromosikan. Ada juga kuliner jadul lain yang tengah dikembangkan.

“Kami mencoba mengembalikan kuliner tempo dulu yang saat ini sudah semakin jarang. Sebab, yang jadul itu justru menjadi incaran banyak orang,” katanya.

Dia juga mencontohkan nasi gandul dan nasi tewel yang merupakan kuliner khas Pati. Dikatakan, nasi gandung dengan proses penyajian yang khas, mampu memikat para pecinta kuliner.

Belum lagi kuwah yang melimpah ditambah dengan racikan tempe kering dan rasa yang khas.

“Begitu juga nasi tewel. Orang mungkin tidak tahu apa sih nasi tewel itu. Apalagi penyajiannya menggunakan daun jati, dan disantap saat masih panas. Kalau orang menyebut nasi tewel, pasti yang dituju adalah Pati. Hal yang semacam inilah yang patut kita lestarikan,” imbuhnya.

Sementara kuliner yang saat ini sudah hampir punah, juga diminta agar masyarakat melestarikan kuliner tempo dulu tersebut. Mengingat, itu adalah sebagai kekayaan nusantara yang saat ini tengah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Untuk mengangkat kuliner tempo dulu itu, kami juga sering mengadakan festival kuliner yang isinya adalah makanan khas daerah masing-masing, tetapi yang sudah lama sekali. Ini adalah salah satu bentuk kita menjaga eksistensi kuliner,” terangnya.

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...