Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Perhiasan Kuno di Banjarejo Grobogan Sering Muncul Saat Masa Tanam Padi, Ini Sebabnya

MURIANEWS.com, Grobogan – Beragam perhiasan kuno yang ditemukan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus ternyata sering terjadi saat masa tanam padi. Di mana, sejak bertahun-tahun lalu ada aktivitas agak aneh yang dilakukan para petani, terutama di Dusun Medang. Yakni, adanya aktivitas layaknya orang mencari emas di sebuah kawasan pertambangan.

Dengan menggunakan alat seadanya, seperti tempayan, para petani mendulang tanah sawahnya untuk mencari emas. Kegiatan seperti ini seperti sudah jadi semacam tradisi menjelang musim tanam padi.

“Menjelang musim tanam padi memang banyak petani yang mencari emas di areal sawah. Kegiatan ini akan berakhir ketika benih padi sudah ditanam di areal sawah,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, aktivitas tersebut masih terjaga karena selama ini memang sudah banyak warga yang menemukan emas. Sebagian besar yang ditemukan warga, wujudnya bukan butiran emas seperti di daerah tambang, tetapi sudah berupa perhiasan. Seperti kalung, cincin, anting-anting, gelang dan pernak-pernik emas lainnya.

“Kalau dipikir memang kelihatan aneh. Tetapi, kenyataannya memang itu betul terjadi dan bukti serta saksinya cukup banyak,” katanya.

Pada saat datang musim penghujan hingga menjelang masuknya masa tanam padi, tanah di areal sawah sudah empuk lantaran tergenang air. Kondisi ini memudahkan warga untuk mendulang tanah guna mencari perhiasan.

“Tanah sawah disini masih tadah hujan, belum kena jaringan irigasi. Jadi, kalau mau mencari perhiasan memang lebih mudah ketika musim hujan seperti ini. Kalau musim kemarau, tanahnya sangat kering dan keras sekali hingga tidak bisa ditanami,” ungkapnya.

Menurut Taufik, Tidak semua wilayah Desa Banjarejo terdapat harta karun perhiasan emas. Selama ini, perhiasan emas itu banyak ditemukan di areal sawah yang masuk wilayah Dusun Medang. Wilayah inilah yang diyakini warga sebagai tempat berdirinya Kerajaan Medang Kamulan.

“Untuk benda peninggalan kerajaan, terutama perhiasan, hampir semuanya ditemukan di Dusun Medang. Diluar Dusun Medang, biasanya benda penemuannya berupa fosil binatang purba atau peralatan rumah tangga masa lalu,” jelas Taufik.

Ia menambahkan, penemuan benda kuno berupa stempel berlapis emas juga terdapat areal sawah di Dusun Medang. Lokasi penemuannya berdekatan dengan tempat ditemukannya fondasi batu bata kuno beberapa tahun lalu.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...