Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Ancaman Pidana Apabila Melakukan Politik Uang

0 529

MURIANEWS.com, Pati – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati memgimbau kepada para peserta pemilu dan masyarakat agar jangan bermain-main dengan politik uang. Mengingat, baik pemberi maupun penerima, akan sama-sama mendapatkan sanksi.

Komisioner Bawaslu Pati Suyatno mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum sudah diatur terkait larangan politik uang.

Hal itu tercantum dalam Pasal 280 ayat (1) huruf j yang berbunyi pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu.

Dilanjutkan pada pasal 521 menjelaskan bahwa setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja melanggar bisa dipidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

“Politik uang juga ada pidananya. Saat ini sudah ada laporan dugaan politik uang yang dilakukan oleh seorang tim sukses salah satu caleg,” katanya, Jumat (5/4/2019).

Baca: Caleg PKS di Pati Diduga Sebar Uang dan Menyumpah Warga untuk Nyoblos

Lebih dari itu, apabila pada masa tenang tetapi ada caleg maupun tim kampanye yang melakukan politik uang, maka akan dikenakan saksi pidana. Hal tersebut diatur dalam Pasal 523 ayat (2).

“Dalam pasal itu, pelaku bisa diancam pidana paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta,” terangnya.

Pada saat pemungutan suara apabila ada orang yang terbukti melakukan politik uang, juga akan mendapatkan sanksi pidana dan denda.

Hal itu tertuang dalam pasal 523 ayat (3). Sankainya adalah pidana palibg lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta.  “Untuk itu, kami akan proaktif untuk mencegah terjadinya politik uang,” jelasnya.

 

Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.