Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kecewa Putusan Hakim Soal Gono-gini, Pengusaha Cengkeh Tembaki Gedung PA Sragen

0 257

MURIANEWS.com, Sragen – Aksi penembakan di Gedung Pengadilan Agama (PA) Sragen bikin geger warga. Akibat aksi itu, membuat kerusakan di ruang bagian depan kantor PA dan ruangan panitera.

Aksi yang terjadi pada akhir pekan malam lalu itu, diketahui dilakukan oleh dua orang yang mengendarai mobil. Kasus itu langsung diusut aparat kepolisian.

Tak berselang lama, polisi berhasil membekuk para pelaku. Seorang pengusaha cengkeh bernama Surianto (48) warga Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Sragen dibekuk.

Ia diketahui sebagai pelaku penembakan. Surianto tak sendirian, Setiawan (25) warga Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi, Sragen yang menjadi sopir mobil sewaan yang ditumpanginya saat beraksi juga ditangkap.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika motif Surianto melakukan aksi teror itu karena kecewa dengan putusan hakim PA Sragen. Surianto kecewa hakim telah memutuskan gugatan cerai yang dilayangkan istrinya, termasuk mengenai besaran gono gini yang harus dibayar pelaku.

Kapolres Sragen AKBP Yimmi Kurniawan dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Kamis (4/4/2019) mengatakan, penangkapan dua pelaku setelah polisi melakukan penyidikan terhadap laporan dari PA Sragen.

Ia menyebut, dalam aksinya pelaku menembaki gedung PA Sragen menggunakan senapan angin laras panjang berjenis PCP dengan peluru Samiang ukuran 5.1 mm.

”Surianto kecewa dan sakit hati terhadap keputusan Hakim Pengadilan Agama yang memutuskan perkara gono-gini yang diajukan oleh mantan istrinya. Putusan tersebut menurut Surianto sangat merugikannya, dan lebih banyak menguntungkan pihak mantan istri tersangka,“ katanya.

Ia menyebut, dalam beraksi tersangka melakukan penembangkan melalui mobil Toyota Avanza yang disewa dengan Setiawan sebagai driver. Barang bukti mobil maupun senapan yang digunakan dalam beraksi kini sudah disita sebagai barang bukti.

Akibat perbuatanya, dua tersangka dijerat dengan undang-undang tentang terorisme dan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata. Dengan jeratan pasal itu, tersangka terancam hukuman 20 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, Surianto mengaku hanya iseng saat menjalankan aksinya. Ia mengakui kesal dengan putusan hakim soal perceraianya.

“Saya hanya iseng saja malam itu. Karena bukan masalah hartanya, namun harga diri saya. Putusan hakim memberatkan saya,“ akunya.

 

Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.