Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta di Kudus Terus Dikaji

MURIANEWS.com, Kudus – Pemkab Kudus terus mengkaji dan mengevaluasi Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS). Terutama dalam hal pelaksanaan dan teknis persyaratannya. Itu lantaran masih banyak guru swasta yang masih belum bisa menikmati program unggulan dari pasangan Bupati dan Wakil Bupati tersebut.

Wakil Bupati Kudus, HM Hartopo menyebutkan, hingga saat ini baru 12 ribu guru dari 22 ribu guru swasta yang sudah menikmati TKGS. Ini mengingat, pemkab menerapkan beberapa persyaratan supaya program bisa menyasar tepat sasaran. Persyaratannya sendiri meliputi lamanya waktu mengabdi sebagai guru dan bukan guru penerima sertifikasi.

“Mau tidak mau harus ada syaratnya memang,” jelasnya di sela-sela acara deklarasi Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) yang diadakan oleh Kemenag Kudus di Rumah Dinasnya (3/4/2019).

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya meningkatkan program TKGS tersebut. Pendapatan Asli Daerah (PAD) di berbagai sektor juga ditarget naik 10 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan PAD dimungkinkan bisa menambah jumlah penerima, atau setidaknya bisa mensejahterakan guru-guru swasta di Kudus.

“Tentu untuk lainnya juga, tapi salah satunya untuk kesejahteraan guru swasta,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tunjangan kesejahteraan guru swasta sebanyak Rp 1 juta per bulan yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten Kudus dicairkan pertama kali pada Januari 2019 lalu.

Saat itu dana sebesar Rp 10,885 miliar dicairkan untuk 10.885 guru swasta yang ada di Kudus. Jumalahnya dari bulan ke bulan terus stabil dan mendekati target.

Program juga telah dimasukkan dalam RPJMD lima tahun ke depan. Itu berarti kemungkinan program terus dijalankan dari tahun ke tahun sangat dimungkinkan.

Hariyanti, guru TPQ Darul Furqo mengaku senang dengan adanya program tunjangan guru swasta tersebut. Pihaknya kini merasa telah diperhatikan oleh pemkab terkait kesejahteraannya.

“Sekarang jadi guru TPQ tidak masalah lagi ,” terang Hariyanti.

Dirinya berharap, program ini bisa terus berjalan dan tidak asa kendala apa-apa. Peningkatan kualitas hidup diakuinya setelah mendapat tunjangan guru dari pemkab.

“Biasanya dapat gaji Rp 100 ribu, ini ada tunjangan bisa sangat membatu,” tandasnya beberapa waktu lalu.

 

Reporter: Aggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...